Makaryo; Sebatang Cokelat Hasil Karya Anak Muda


Cokelat Makaryo
Beberapa stan berjajar di halaman Dinas Koperasi UKM DI Yogyakarta. Ada cilok, maca-macam keripik, minuman tradisional, kopi, cokelat, batik, tas, hingga sepatu rajut, dan masih banyak lagi. Saya berkeliling melihat-lihat stan yang penuh dengan produk UKM peserta Expo UKM Istimewa 2019.

Langkah saya terhenti pada sebuah stan bertuliskan Cokelat Makaryo. Sejenak pandangan mata saya tertuju pada jajaran produk yang tertata di rak kayu. Beberapa tulisan pada kemasannya menyita perhatian saya. “GUNAKAN HAK PILIHMU”, “AYO MEMILIH”, dan “PEMILIH BERDAULAT NEGARA KUAT”.
pesan pada sebatang cokelat
“Monggo, Mbak,” seorang wanita paruh baya menyambut saya ramah.
“Cokelat gula semut? Ibu yang bikin?” tanya saya antusias.
“Iya, usaha keluarga, Mbak,” jawab wanita yang kemudian saya ketahui bernama Bu Riris tersebut.

Dia mempersilakan saya mencicipi tester Cokelat Makaryo. Jujur, saya langsung jatuh cinta pada gigitan pertama. Fall in love at the first bite. Cokelatnya padat namun lembut ketika sudah di dalam mulut. Rasanya khas dengan campuran gula semut, yaitu gula merah berbentuk kristal hingga menyerupai rumah semut. Saat cokelat mulai leleh, ada rasa jahe yang cukup dominan. Memberikan sensasi yang berbeda dalam menikmati cokelat.
Bu Riris dari Cokelat Makaryo
Kami pun ngobrol tentang cokelat dan usaha yang ditekuni oleh keluarga Bu Riris. Semua berawal dari putranya, Fahri, yang saat ini sedang menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Multi Media (MMTC) Yogyakarta. Meskipun studinya di bidang multimedia, namun Fahri memiliki minat dan ketertarikan di bidang kuliner. Menjadi mahasiswa buka berarti tak bisa sekaligus menjadi entrepeneur. Setiap libur semester, Fahri gemar mengikuti kursus, misalnya kursus baking. Hingga kemudian, Fahri tertarik pada pengolahan cokelat.

Sebagai orang tua, Bu Riris mendukung minat putranya, meski minat tersebut tidak sesuai dengan jurusan kuliah sang anak. Tidak tanggung-tanggung, Bu Risis serta keluarganya mengunjungi banyak gerai cokelat, mulai cokelat Monggo, cokelat Nglanggeran, hingga Puslitkoka di Jember. Bu Riris sadar bahwa putranya juga memiliki passion di bidang ini.

“Sebagai orang tua, saya memfasilitasi minat anak saya,” ujarnya di sela-sela perhelatan UKM Expo Istimewa siang itu.

Stan Cokelat Makaryo di UKM Expo Istimewa 2019
UKM Expo Istimewa 2019
Dukungan Bu Riris kepada Fahri tak berhenti sampai di sini. Fahri difasilitasi untuk mengikuti kursus pengolahan cokelat di Puslitkoka Jember. Untuk mengikuti kursus ini, peserta harus membayar sejumlah 8 juta rupiah. Bukan nominal yang murah untuk sebuah kursus selama lima hari. Namun, semua itu setara dengan ilmu yang didapat dan kini dipraktikkan lewat Cokelat Makaryo. Dari sinilah, kemudian Fahri berkarya lewat racikan cokelat nan legit yang diberi nama Cokelat Makaryo.

Seperti namanya yang berarti bekerja atau berkarya, Bu Riris berharap Cokelat Makaryo menjadi motivasi untuk terus bekerja dan berkarya. Dan, untuk mendukung karya lokal Kulonprogo, dipilihlah gula semut sebagai perpaduan Cokelat Makaryo.
Cokelat Makaryo kemasan 30 gram seharga 5 ribu dan kemasan 80 gram seharga 13 ribu
Sampai saat ini, produk Cokelat Makaryo telah tersebar lewat lebih dari 20 reseller dan turut meramaikan jagat toko online di berbagai platform. Empat karyawan dipekerjakan di rumah produksi. Omzet terus menanjak hingga menembus angka 30-35 juta per bulan. Kerja sama dengan banyak pihak juga terus dikembangkan. Baru-baru ini, Cokelat Makaryo bekerja sama dengan KPU (Komisi Pemilihan Umum) dan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) untuk mengajak masyarakat menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 17 April nanti.

Namun, semua itu bukan berarti tak ada kendala dan tantangan yang dihadapi oleh Fahri dan Bu Riris dalam mengelola Cokelat Makaryo. Proses produksi yang cukup lama, hingga 3-4 hari untuk memproduksi 300 pcs cokelat, menjadi salah satu kendala dalam memenuhi pesanan. Belum lagi, alat produksi yang terbilang masih terbatas, terutama untuk memproduksi cokelat premium yang terdiri 70% cokelat. Cokelat premium ini diproduksi langsung dari biji cokelat pilihan. Tetapi, karena tidak adanya alat produksi, mereka pun meminjam alat produksi milik Dinas Kehutanan dan Perkebunan DI. Yogyakarta. Keterbatasan tak menghalangi Cokelat Makaryo untuk menyajikan kualitas premium bagi para penggemar cokelat.

Cokelat Makaryo kualitas premium seharga 30 ribu

Kini, setahun sudah Cokelat Makaryo menyajikan karyanya lewat olahan cokelat dengan sensasi rasa unik bagi penikmatnya. Cokelat Makaryo digemari banyak orang. Tak salah jika Marcus Samuelsson mengatakan bahwa cokelat adalah penemuan paling dicintai di dunia. Siapa sih yang tak suka cokelat? Hampir semua orang tak mampu menolak godaaannya. Bahkan, saya kira tak berlebihan ketika Herman A. Berliner meyakini bahwa cokelat tak mengenal batas. Cokelat mewakili semua bahasa, baik yang terkatakan maupun tidak. Cokelat diwarnai oleh banyak budaya. Dan lewat Cokelat Makaryo, pesona cokelat dipadukan dengan manisnya gula semut khas Kulonprogo.

Akan tetapi, waktu satu tahun masih terbilang sangat singkat. Ibarat bayi, Cokelat Makaryo baru belajar berjalan. Seperti dituturkan oleh Bu Riris, rencana jangka panjangnya, Cokelat Makaryo akan membuka wisata edukasi cokelat. Ibu berusia 49 tahun ini begitu antusias saat menceritakan Cokelat Makaryo dari awal hingga kini. Sorot mata bangga terlihat di sepasang matanya. Tentu, ia bangga pada putranya yang berani mengambil keputusan besar untuk memulai jadi enterpreneur sejak muda.
Sebelum menyudahi obrolan, saya iseng bertanya kepada Bu Riris, “Apa pesan Ibu untuk anak muda?”

Dia tergelak. “Tidak harus jadi pegawai, jadilah pengusaha. Tidak harus terima gaji, tapi jadilah yang menggaji.”

Kalimat itu meluncur diselingi tawa Bu Riris. Meski terlihat bercanda, namun pesan tersebut begitu mendalam. Saat kebanyakan orang tua menyuruh anaknya untuk hanya fokus pada kuliah, Bu Riris justru mendukung dan memfasilitasi anaknya menjadi enterpreneur dan tergabung dalam PLUT-KUMKM DI Yogyakarta. Memang, tidak ada yang tidak mungkin jika kita mau berusaha, termasuk menjadi enterpreneur di usia muda.
    
Cokelat Makaryo:
Instagram @cokelatmakaryo
Website : www.cokelatmakaryo.com


Share:

28 komentar

  1. Masya Alloh keren ini cokelat Makaryo, hasil karya anak bangsa yang bisa jadi inspirasi. Nggak kalah dengan produk coklat lainnya, apalagi dengan inovasi penggunaan gula semut. Semoga cokelat Makaryo makin sukses dan maju.
    Saya malah jadi mupeng pingin nyobain cokelatnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enak banget ini, Mbak. Bisa order online via Instagram.

      Delete
  2. Semoga usaha anak negeri seperti cokelat Makaryo ini bisa berkembang dan mendunia, aamiin.

    kita memang sudah seharusnya mendukung karya anak negeri, secara zaman sekarang persaingan global meraja lela di mana-mana.

    Kalau bukan kita yang mendukung mereka, siapa lagi ya :)

    ReplyDelete
  3. Sukses selalu usahanya. Senang kalau dapat cerita dibalik usaha dan perjalanan berkarya seperti ini. Semoga omzet cokelat makaryo menanjak terus supaya segera bisa beli alat produksi ya. Jadi ga usah minjam ke dinas DIY lagi hehehe

    ReplyDelete
  4. ngiler liat foto terakhir yang dark cocoa 70%. salut buat generasi muda yang terjun ke bisnis coklat karena gak ada matinya. apalagi diisi dengan quote yang membangkitkan semangat.

    ReplyDelete
  5. Turut bangga saya ada makanan coklat dari Kulonprogo dan diproduksi sendiri. Btw soal harga bagaimana, mba?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sangat terjangkau dibanding cokelat-cokelat merek lain di Jogja. Yang 80 gram cuma 13 ribu. Udah aku cantumkan harganya di foto.

      Delete
  6. Mbaakk! Asli ini keren banget. Sebagai orang yang ber-KTP DIY aku kok jadi ikut merasa bangga ya? Hahahah. Jogja emang gudangnya kreatifitas, semoga usaha-usaha kreatif kayak gini bisa maju terus ya, kalau mudik mau banget deh nyobain

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku yang numpang di DIY aja juga bangga, Mbak, apalagi kursus ngolah cokelatnya di Jember, kampung halamanku. Dobel bangganya. Hehe

      Delete
  7. Cokelat - cokelat kayak gini rasanya gak kalah sama merk luar yah, enak. Harus bangga nih sama produk kayak gini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bangga dan mendukung dengan membelinya. Asli, rasanya emang enak.

      Delete
  8. Kalau udah ngomongin cokelat sih udah deh, nyeraaah.. suka pengen nyicip. Suka banget sama cokelat soalnya. Yang premium bikin penasaran nih, harganya juga lumayan murah untuk ukuran cokelat premium. Yang gula semut juga penasaran. Ah semuanya bikin penasaran. Haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak, yang premium 70% cuma 30 ribu. Sangat terjangkau.

      Delete
  9. Wah suka dengan pesannya Bu Riris: "Tidak harus jadi pegawai, jadilah pengusaha. Tidak harus terima gaji, tapi jadilah yang menggaji.”
    Dan suka dengan pemilihan namanya.."Makaryo" bagus dan dalem artinya

    ReplyDelete
  10. Wah keren coklat bikinan anak negeri, moga sukses selalu Makaryo. Penasaran kalau beli di mana yaapa bisa online?
    Itu kerjasama dnegan KPU apa mau bagi2 coklat buat semua pemilih? hahaha #ngarepnyaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa kontak via akun IG yang aku sebutkan di tulisan, Mbak.

      Delete
  11. Cokelat Makaryo produk baru ya ... bisa didapatkan dimana ?

    ReplyDelete
  12. Wah kayaknya enak nih cokelatnya Mba. Asal dari mana ini cokelat Makaryo mba?

    ReplyDelete
  13. Keren lho coklat dipadukan dengan kearifan lokal yaitu sarang semut. Semakin sukses kedepannya dan semakin banyak rasa baru yang diluncurkan

    ReplyDelete
  14. kok lucu ya namanya makaryo hehehe.. salut sama bu riris yang ngedukung anaknya dalam merintis bisnis coklat ini, padahal gak sesuai dengan pendidikan yang ditempuh ya..

    ReplyDelete
  15. saya penasaran dgn rasa coklatnya
    secara sy suka coklat
    tp btw kreatif banget ya owner
    salut dgn anak2 yg spt ini

    ReplyDelete
  16. Sebagai pecinta coklat, aku harus nyoba kayaknya coklat hasil karya anak bangsa yang pastinya terbuat dari bahan-bahan yang terjamin.

    ReplyDelete
  17. Jadi ngiler nih lihatnya, apalagi saya pencinta coklat. Bagus banget ada coklat buatan umkm seperti ini. Semoga bisa tembus pasar nasional bahkan internasional.

    ReplyDelete

meninggalkan komentar lebih baik daripada meninggalkan pacar. hehehe...