-->

Keberanian Mengubah Masa Depan dalam Drakor “While You Were Sleeping”

 
Poster drama While You Were Sleeping (viu.com)


Judul drama: While You Were Sleeping
Tahun: 2017
Genre: fantasi, romance, legal/courtroom drama
Pemain: Bae Suzy, Lee Jong-suk, Jung Hae-in
Rating: 8,5/10 
 
Bermimpi saat tidur adalah hal biasa bagi kebanyakan orang. Namun, tidak bagi Nam Hong-joo (Bae Suzy) dalam drama Korea (drakor) While You Were Sleeping (WYWS). Mimpi-mimpi yang dialami oleh Hong-joo adalah “bocoran” tentang masa depan. Mimpinya bisa terjadi pada hari itu juga, keesokan harinya, atau bahkan setahun kemudian. Kemampuan yang tidak biasa ini membuat Hong-joo kerap terbangun dengan menangis, takut, dan sedih saat mengalami mimpi buruk yang bisa dipastikan terjadi, meski ia tidak tahu kapan. Setiap bangun tidur, Hong-joo rutin mencatat mimpinya pada selembar post-it.     
Hong-joo sedang menyiarkan berita. (screenshot dari viu.com)

Selama ini, Hong-joo berkeyakinan bahwa ia tidak bisa mengubah masa depan yang ia lihat dalam mimpi. Karena itulah, ia sempat cuti dalam waktu yang cukup lama dari pekerjaannya sebagai reporter setelah bermimpi melihat dirinya sendiri sekarat. Dalam mimpi buruk itu, Hong-joo terbaring di atas rumput yang basah, diguyur hujan, mengenakan seragam kantor berita tempatnya bekerja.

Tetapi, apakah benar masa depan tidak bisa diubah?

Pertemuan Hong-joo dengan Jung Jae-chan (Lee Jong-suk) dan Han Woo-tak (Jung Hae-in) perlahan membuat Hong-joo berubah pikiran. Sebuah kejadian meyakinkannya bahwa masa depan bisa diubah. Hidup menawarkan pilihan, di sinilah manusia punya peluang untuk mengubah masa depan. 


“Saat kau menghentikan alir mengalir, jalurnya berubah. Kau mencegah sesuatu terjadi seperti menghentikan air mengalir.” Nam Hong-joo

Bersama Jae-chan yang berprofesi sebagai jaksa dan Woo-tak yang berprofesi sebagai polisi, Hong-joo berusaha mengubah masa depan. Bukan hanya masa depannya sendiri, tetapi juga masa depan orang-orang di sekitar mereka. Ketiganya bekerja sama memecahkan berbagai kasus rumit, bahkan hingga mempertaruhkan nyawa sendiri. Terdiri dari 16 episode, drama ini menyajikan konflik yang terus berkembang dan datang silih berganti lewat kasus-kasus yang berusaha mereka pecahkan, mulai dari kasus KDRT hingga pembunuhan. Semuanya membentuk cerita yang utuh, dengan selipan kisah cinta, dan seru untuk diikuti sampai akhir.

Nonton While You Were Sleeping di aplikasi Viu

Dalam drama bergenre fantasi, romance, dan legal/courtroom drama ini, Hong-joo yang merupakan karakter utama digambarkan sebagai sosok ideal sebagai seorang jurnalis. Banyak hal inspiratif yang ditampilkan oleh karakter Hong-joo yang mampu menginspirasi penonton, terutama kaum perempuan.


Perempuan Tangguh dan Pemberani

“Dia reporter yang tangguh. Dia selalu di posisi paling depan saat kami mengawal tersangka. Dia akan datang dengan banyak pertanyaan. Suaranya juga lantang. Dua tahun lalu, terjadi pelecehan seksual di Kantor Kejaksaan Yeonju. Dia yang membuat asisten kepala jaksa dipecat,” kata Chief Park Dae Young (Lee Gi-yeong) saat menjelaskan tentang sosok Hong-joo. Keberaniannya juga terlihat saat ia memutuskan untuk kembali bekerja meski ia bermimpi melihat dirinya sekarat ketika menjalankan tugas sebagai reporter.

Epik! Hong-joo berdiri paling depan saat liputan. (screenshot dari viu.com)

Tangguh dan pemberani, sikap ini identik dengan maskulinitas. Namun, keberanian dan sikap tangguh tidak hanya dimiliki oleh laki-laki. Banyak perempuan tangguh dan pemberani sebagaiman digambarkan oleh karakter Hong-joo. Karakter Hong-joo ini seolah menyampaikan pesan bahwa menjadi perempuan bukan berarti tidak bisa bersikap tangguh dan berani.

 
Cerdas, Kritis, dan Percaya Diri

“Hanya 20% penduduk Korea Selatan yang menganut Kristen. Kemungkinan kalian berempat menganut Kristen adalah 0,2 pangkat 4, sama dengan 0,0016. Lebih kecil dari kemungkinan melihat pelangi ganda. Dengan kata lain, mustahil. Aku yakin, beberapa dari kalian berbohong agar tak bermasalah dengan atasan kalian,” Hong-joo mengomentari netralitas beragama dengan kritis di hadapan 4 orang yang sebagian menyembunyikan agama mereka karena berbeda dengan atasannya. 

Dalam adegan ini, meski sedang berbalut celemek dan membantu ibunya mengelola kedai, Hong-joo tetap terlihat cerdas, kritis, dan penuh kepercayaan ini seolah ia sedang berbicara di depan kamera untuk meliput berita.  

 
Peduli pada Orang Lain

Tidak hanya peduli pada orang-orang terdekatnya, Hong-joo yang mampu melihat masa depan lewat mimpinya juga sangat peduli pada keselamatan orang lain, meski ia tak selalu berhasil. Ia tidak menyerah dan terus berusaha mengubah masa depan. Salah satu orang yang berhasil ia selamatkan adalah seorang perempuan yang nyaris dibunuh oleh kakak kandungnya. Meski untuk menyelamatkan gadis itu Hong-joo juga harus mempertaruhkan keselamatannya sendiri, tetapi ia mampu melewati momen menakutkan itu.

“Ada momen mengerikan yang tidak pernah ingin kita hadapi dalam hidup. Momen mengerikan itu selalu didahului oleh beberapa pilihan yang memunculkan momen itu sendiri. Pilihan sepele itu kembali menjadi penyesalan dan menghantui kita kelak. Jika bisa mengubah pilihan itu yang tampaknya tidak berarti itu, kita mungkin mampu menghindari momen-momen mengerikan itu.” Nam Hong-joo

Berhenti Menyalahkan Diri Sendiri

Meski pembawaannya ceria, ramah, dan terkadang konyol, namun di balik itu, Hong-joo menyimpan duka mendalam atas kematian ayahnya. Hong-joo yang saat itu masih kecil memimpikan ayahnya meninggal karena ledakan bom di dalam bus. Namun, ia tidak mampu mencegahnya. Sejak saat itu hingga dewasa, Hong-joo masih terus merasa bersalah atas kejadian tersebut. Sampai akhirnya, sebuah kejadian di ruang sidang membuatnya tersadar.

Sebagai jaksa, Jae-chan menuntut seorang dosen yang membunuh mahasiswanya dengan pasal tentang pembunuhan berencana. Dalam kasus tersebut, korban mengalami mati otak, namun jantungnya masih berdetak. Secara medis, pasien yang mengalami mati otak bisa dipastikan akan meninggal dunia beberapa waktu setelahnya. Karena itulah, ayah korban setuju untuk mendonorkan organ tubuh anaknya. Di sinilah pengacara berkelit membela kliennya bahwa kematian menurut KUHP adalah ketika jantung berhenti berdetak. Dan, pihak yang membuat jantung korban berhenti berdetak adalah dokter yang mengoperasi korban untuk melakukan transplantasi organ. Sehingga, kliennya bebas dari tuntutan karena tidak menyebabkan berhentinya detak jantung korban. Mendengar pernyataan ini, ayah korban berteriak dan menangis. Ia merasa sangat bersalah karena menyetujui operasi transplantasi.

Sementara itu, Hong-joo berusaha menenangkan ayah korban. Ia menjelaskan bahwa dengan atau tanpa operasi transplantasi, korban akan tetap meninggal dunia karena mati otak. Siapakah yang menyebabkan korban mengalami mati otak? Tidak lain adalah dosen yang mencekik dan mendorongnya ke bawah lift. Jadi, ini bukan salah ayah korban.

Dalam adegan tersebut, Hong-joo seperti berbicara kepada dirinya sendiri. Kejadian di ruang sidang itu membuatnya sadar bahwa orang yang bersalah atas kematian ayahnya adalah orang yang meledakkan bom di dalam bus, bukan dirinya. Di titik inilah terlihat perkembangan karakter Hong-joo yang kemudian berhenti menyalahkan diri sendiri.

Sosok Hong-joo dengan kemampuan istimewanya memang hanya karakter fiktif dalam drama. Namun, ia menginspirasi penonton untuk berani mengambil keputusan, membuat pilihan, dan bertanggung jawab. Masa depan memang sudah diatur oleh Tuhan, tetapi Tuhan memerintahkan makhluk-Nya untuk berusaha dan tidak menyerah begitu saja. Meski kita tidak memiliki kemampuan mengetahui masa depan seperti Hong-joo, tetapi usaha maksimal yang kita lakukan di masa sekarang juga termasuk bentuk usaha mengubah masa depan agar tidak stagnan di titik ini saja. Kita tidak tahu pilihan yang kita buat di masa sekarang akan berdampak seperti apa di masa depan, tetapi inilah hidup, kita harus berpikir, berusaha, dan berani mengambil keputusan.  


“Momen itu terasa bagaikan hadiah. Aku berterimakasih atas semua pilihan yang kubuat, karena pilihan-pilihan itu membawa momen ini kepadaku. Pilihan yang terlihat bodoh pada waktu-waktu tertentu, sebenarnya adalah keputusan yang bijaksana. Bahkan semua pilihan yang kusesali pada akhirnya terbukti benar. Aku bersyukur atas segalanya.” Hong-joo


Asyiknya Nonton Drama Korea di Aplikasi Viu

Saya termasuk newbie dalam nonton drama Korea. Bisa dibilang, saya ini anak drakor angkatan Corona, hehehe... Sebagai anak baru, selain nonton drakor on-going, saya juga nonton drakor-drakor lama yang direkomendasikan teman-teman atau akun-akun Twitter yang sering mengulas drakor. Salah satunya drakor WYWS yang tayang di tahun 2017 dan bisa ditonton secara legal di aplikasi Viu.

Kenapa nonton di Aplikasi Viu?

Alasan pertama, tentu karena aplikasi Viu termasuk streaming legal untuk drakor. Dengan nonton secara legal, berarti kita juga menghargai kreator, aktor dan aktris, serta semua kru yang terlibat dalam pembuatan drama tersebut.

Selain itu, aplikasi Viu juga menyediakan banyak sekali koleksi drakor berbagai genre, baik yang sudah lama tayang maupun yang sedang on-going. Mau genre thriller yang mendebarkan, romance yang manis dan menggemaskan, drama keluarga yang mengharukan, semua ada di Viu. Selain drakor, Viu juga punya banyak konten menarik; film Indonesia, serial Jepang, dokumenter, anime, dan masih banyak lagi. Yuk, bikin akun dan nonton drama Korea di apikasi Viu.

Untuk membuat akun di aplikasi Viu tidak dikenakan biaya sama sekali. Kita tinggal download aplikasi Viu, lalu mendaftar menggunakan alamat email, nomor telepon, atau login menggunakan akun Facebook. Saran saya, gunakan alamat email atau media sosial untuk mendaftar agar kita bisa login di aplikasi hp maupun web. Karena untuk saat ini, web login belum tersedia untuk nomor hp.

Setelah membuat akun, kita bisa langsung nonton drama Korea di aplikasi Viu. Tidak berlangganan? Viu menyediakan paket dasar (free) dan berlangganan premium. Bedanya, akun premium bisa mengakses semua konten tanpa iklan dan mengunduhnya untuk bisa ditonton di luar jaringan (offline). Sedangkan di paket dasar ada jeda iklan setiap beberapa menit. Konten eksklusif dan drakor-drakor yang sedang on-going hanya bisa ditonton beberapa episode awal dengan paket dasar. Untuk menonton episode selanjutnya, kita harus berlangganan premium.

Tapi jangan khawatir! Biaya berlangganan Viu premium sangat terjangkau, hanya 30 ribu/bulan, dan sering ada promo diskon 50%. Asyik, kan? Nonton drakor tetap lancar tanpa merogoh kocek dalam-dalam. Pilihan metode pembayarannya juga banyak dan sangat mudah. Bisa bayar pakai pulsa hp juga, lo!


Aplikasi Viu juga mudah digunakan karena sangat user-friendly sehingga membuat viuers merasa dimengerti. Ada konten-konten dengan label “rekomendasi buat kamu”, “paling banyak dicari minggu ini”, dan masih banyak fitur lain yang memudahkan viuers. Eh, ada juga lo konten dengan label “drama rekomendasi @amrazing”. Wah, percaya deh, rekomendasi Koh Lexy (@amrazing) pasti bagus-bagus, jadi nggak sabar pengen nonton. 

Kalau kamu, suka nonton drama Korea juga? Ada rekomendasi drama untuk ditonton di aplikasi Viu? Sharing, yuk!      

Ayun
Menulis buku Unforgettable India dan mengedit banyak buku lainnya.
Newest Older

Related Posts

13 comments

  1. Impian mengubah masa depan selalu jadi ide cerita menarik ya tak yerkecuali dalam drakor

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, jadi perpaduan genre fantasi, romance, dan courtroom yang seru.

      Delete
  2. Tontonan di VIU memang banyak yang seru ya, nah kalo drakor yang ini kebetulan aku belum nonton keknya seru banget

    ReplyDelete
  3. Aku juga anak drakor angkatan corona kok mba. Berkat VIU juga aku jadi tahu drakor yang bagus-bagus.

    ReplyDelete
  4. Drakornya sepertinya penuh dengan fantasi yg berat ini wkwkkkk.... Tapi kalo melihat artisnya, sepertinya menarik juga tuh

    ReplyDelete
  5. aku tuh amazed sama aplikasi VIU, harga langganannya sangat terjangkau lalu pilihan serial dan filmnya juga beragam

    ReplyDelete
  6. Salah satu drakor terfavorit nih, ga pernah bosen meskipun ditonton berulang kali haha. Di VIU ini list film2 nya bagus dan seru semua ya

    ReplyDelete
  7. Drakor merupakan salah satu film terfavorit orang indonesia sebagai hiburan, apalagi drakor ini banyak aneka ragam, sehingga kita bisa pilih film drakor yang kita suka

    ReplyDelete
  8. ya ampun ini salah satu drama korea favoritku sepanjang masa, yang maen ganteng dan cantik, ide ceritanya pun gak biasa banget, aku pun dulu nonton ini di viu mba, inget banget nungguin tiap minggu release episode terbarunya

    ReplyDelete
  9. Iya di Viu banyak banget drakornya. Kayaknya selalu ada aja yang baru. Jadi gak usah cari kemana-mana lagi kalau mau nonton drakor.

    ReplyDelete
  10. wah iya, aku suka banget drama ini
    maklum aku penggemar LJS dan Bae Suzy
    akting suzy di drama ini keren abis
    ya kan mbak?

    ReplyDelete
  11. Hong-joo kamu pasti bisa.
    Jadi ingin ikut menyemangati dirinya. Kisah yang dipilih bagus nih mbak, gak melulu full dengan romance tapi ada perjuangan tentang hidup

    ReplyDelete
  12. Hehe kyknya yang masuk klub ngedrakor angkatan korona banyak yaaa
    Wah si tokoh utama ini kyknya kesiksa batin jg ya krn bisa mengetahui masa depan gtu. Tp ada sisi baiknya jg jd bisa menghindari hal2 buruk

    ReplyDelete

Post a Comment

meninggalkan komentar lebih baik daripada meninggalkan pacar. hehehe...

Subscribe Our Newsletter