Bahagia Bersama Air Asia, Diantar Menjemput Mimpi ke India



Saya meraih sebuah buku dari rak di bagian traveling. Judulnya Unforgettable India, tentang cerita perjalanan ke India. Melihat nama penulis yang tercantum di kovernya, saya tersenyum sekaligus ingin menangis terharu. Nyaris tak percaya. Nama itu, tak lain adalah nama saya.


Tujuh tahun lalu, momen seperti ini masih menjadi mimpi. Jangankan menerbitkan buku traveling ke India, traveling ke kota-kota di Pulau Jawa saja masih jarang. Sampai akhirnya, mimpi itu terwujud di tahun 2019 saat buku catataan perjalanan saya untuk pertama kalinya terbit, dijual di toko-toko buku, dan dibaca banyak orang.

Saya selalu percaya, setiap mimpi pasti memiliki jalannya sendiri. Semesta tak pernah kehabisan cara. Bahkan dengan cara yang kadang seperti tak berlogika. Dan kali ini, semesta bekerja lewat Air Asia yang mengantar saya menjemput mimpi di India.

Negeri anak benua ini telah lama saya impikan sebagai salah satu negara yang ingin saya kunjungi, lagi dan lagi. Meski banyak orang menganggap India sebagai negara miskin, kumuh, panas, rawan kejahatan, banyak copet, dan sederet stigma buruk lainnya, hal itu tidak menyurutkan keinginan saya untuk kembali mengunjungi negeri ini.

Tiket Promo Air Asia di Bulan Januari, Hadiah untuk Diri Sendiri
Januari merupakan bulan lahir saya. Dan saya masih ingat, pada Januari 2018, ada email dari Air Asia tentang promo tiket dalam waktu dekat. Saya sangat berharap ada tiket promo ke India, karena tahun sebelumnya saya gagal terbang bersama Air Asia lewat sebuah kompetisi berhadiah jalan-jalan ke Kolkata. Saya hanya sampai pada tahap wawancara.


Saat hari promo tiba, seorang teman yang sering bikin story tentang info tiket promo mengunggah screen shot beberapa promo Air Asia ke beberapa rute. Salah satunya Jakarta-Jaipur. Saya tercengang melihat harganya. Sangat murah! Sangat menggoda. Sangat sayang untuk dilewatkan, apalagi tiket promo semacam ini pasti diburu banyak orang. Jadi saya harus mengamankannya secepat mungkin.

Saya buka aplikasi Air Asia. Saya masukkan Jakarta (CGK) di kolom origin dan Jaipur (JAI) di kolom destination. Saya scroll bulan-bulan yang menampilkan banyak tanggal berwarna hijau, yang artinya tanggal tersebut mempunyai tarif rendah. Bulan Juli menampilkan beberapa tanggal berwarna hijau. Lalu saya otak-atik kalender di bulan tersebut untuk mencari penerbangan promo dengan tarif terendah. Saya sesuaikan tanggal berangkat dan pulang.

Untunglah aplikasi Air Asia ini sangat user friendly sehingga mudah digunakan untuk otak-atik kalender mencari tiket promo paling murah. Saat memasukkan data penumpang untuk membeli tiket, kita juga tidak harus mencatumkan nomor paspor saat itu juga, meskipun saya dan teman perjalanan kali ini sudah mempunyai paspor. Ini memudahkan siapa pun yang belum memiliki paspor dan ingin membeli tiket murah ke luar negeri, lalu baru mengurus pembuatan paspor setelah membeli tiket. Nomor paspor baru diperlukan saat check in.


Akhirnya, saya dapatkan tiket termurah untuk keberangkatan tanggal 14 Juli 2018 dan pulang tanggal 20 Juli 2018, seharga Rp2.768.552,00 untuk dua tiket dengan bagasi kabin masing-masing 7kg. Artinya, satu tiket PP CGK-JAI dan JAI-CGK tidak lebih dari 1,4 juta. Wow! Ini benar-benar jadi kado manis di bulan Januari. Kemudahan pemesanan tiket Air Asia juga didukung dengan mudahnya pembayaran. Air Asia menyediakan pembayaran baik lewat kartu kredit maupun kartu debit, serta lewat Alfamart dengan menunjukkan kode pembayaran. Setelah proses pembayaran berhasil, tak perlu menunggu lama, travel itinerary langsung dikirim dan saya siap terbang menjemput mimpi bersama Air Asia.


Tidak hanya tarif yang murah, pemesanan dan pembayaran yang mudah, Air Asia juga menawarkan tambahan bagasi bagi penumpang yang membutuhkan. Pilihan ini membuat terbang dengan Air Asia jadi fleksibel. Tidak ada bagasi yang mubazir karena tidak terpakai. Artinya, kita hanya membayar sesuai kebutuhan. Jika tak perlu tambahan bagasi seperti saya waktu itu, maka tak perlu membayar lebih untuk sesuatu yang tidak terpakai. Begitu juga dengan fasilitas pick a seat. Penumpang bisa memilih seat favoritnya dengan biaya tertentu. Ada pilihan premium flatbed, hot seat, standar seat, dan zona tenang dengan kelebihan masing-masing.


Air Asia juga menawarkan asuransi perjalanan yang dirancang untuk melindungi dan memberikan ketenangan pikiran selama bepergian. Keuntungan yang ditawarkan tidak hanya meng-cover hal-hal selama perjalanan berlangsung, tetapi juga sebelum (pembatalan penerbangan) dan sesudah perjalanan (kehilangan bagasi). Asuransi ini bisa kita tambahkan saat pembelian tiket pesawat. 



India, I am coming
Karena jarak pemesanan dan keberangkatan masih cukup lama, dalam waktu beberapa bulan, tiket saya sempat berubah jadwal. Tadinya, pesawat akan berangkat dari CGK jam 11.00, lalu dimajukan ke jam 05.10. Pemberitahuan resechedule ini tidak hanya disampaikan melalui email dan sms, tetapi pihak Air Asia juga menelepon saya untuk memastikan saya mengetahui informasi perubahan jadwal ini. Perhatian banget, sih. Hehehe....

Penerbangan saya dari CGK untuk transit di KLIA2 adalah jam 05.10, jadi saya memilih berangkat ke Jakarta pada malam hari. Lagi-lagi, saya diantar Air Asia dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Jakarta.
Pesawat Air Asia rute JOG-CGK
Saya memilih penerbangan terakhir Air Asia JOG-CGK. Sampai di Jakarta hampir tengah malam, dan saya menunggu pagi di Terminal 3 karena pesawat akan berangkat dari terminal ini besok pagi. Saya tak perlu lagi mengantre untuk check in karena web check in sudah saya lakukan sejak 14 hari sebelum keberangkatan. Inilah salah satu hal yang membuat saya menyukai Air Asia. Web check in membuat saya tidak terburu-buru dan bisa langsung masuk ke ruang tunggu dengan boarding pass yang sudah saya cetak. Namun di beberapa bandara, seperti di Jaipur, terkadang kita tetap diminta untuk validasi boarding pass ke konter Air Asia.

Di pagi hari, saat langit timur mulai memerah, Air Asia membawa saya terbang meninggalkan Indonesia. Di Kuala Lumpur, saya punya waktu transit cukup lama yang saya manfaatkan untuk istirahat dan jalan-jalan sebentar. Sore hari, saya bergegas menuju terminal keberangkatan. Semua proses berjalan dengan lancar tanpa drama lari-lari ke gate di menit terakhir.

Saat hendak memasuki pesawat, seorang pramugara yang menyambut di pintu pesawat menyapa, “Holiday, Mam?”
“Yes,” jawab saya.
“Happy holiday,” ucapnya ramah.

Di dalam kabin, saat para penumpang sibuk meletakkan tas dan koper masing-masing, seorang pramugara dengan cekatan membantu saya menggeser tas yang letaknya tidak pas. Menatanya dengan rapi agar ransel saya muat. Tak lupa, saya ucapkan terima kasih.

Sejenak sebelum terbang, seorang penumpang di samping jendela masih mengobrol via telepon. Padahal sebelumnya sudah diumumkan untuk menonaktifkan ponsel. Saya lihat teman di sebelahnya juga menegur namun tidak dihiraukan. Astaga! Dia tetap asyik dengan teleponnya. Pramugari segera bertindak. Dia menegur penumpang tersebut untuk mematikan telepon karena pesawat akan segera lepas landas. Drama penumpang dengan teleponnya selesai.

Saya berdoa sejenak sebelum pesawat Airbus dengan nomor penerbangan QZ200 mulai lepas landas meninggalkan KLIA2. Sore itu menjadi salah satu sore yang paling saya ingat, karena saya akan berangkat menjemput mimpi di tanah Gandhi.


Pesawat terbang semakin tinggi. Langit semakin gelap. Penerbangan dari Kuala Lumpur ke Jaipur memakan waktu sekitar 5 jam 35 menit. Tidak sebentar, tapi tidak juga terlalu lama. Tetapi jangan khawatir kelaparan, karena penumpang bisa melakukan pre order makanan saat membeli tiket hingga 4 jam sebelum keberangkatan. Santan menawarkan beragam menu untuk dinikmati saat terbang bersama Air Asia, mulai nasi lemak Pak Nasser—yang sudah sangat populer di kalangan penumpang Air Asia—hingga nasi Padang dan ayam pedas manis ala Korea. Saya sarankan untuk pre order makanan sebelum berangkat karena harganya lebih murah daripada membeli langsung di pesawat.
Nasi lemak Pak Nasser (airasia.com)
Saat kapten mengumumkan bahwa pesawat akan segera landing di Jaipur, saya tersenyum sambil mengucap syukur. Tak lama kemudian, tepat jam 10.00 malam, pesawat landing dengan halus dan mulus. Ahhh... saya tak sabar menjejakkan kaki di tanah Ghandi.

View Kota Udaipur dari City Palace
Keluar dari pesawat, para pamugrari/a berdiri sebelum pintu keluar seraya mengucapkan terima kasih. Setiap akan naik atau turun dari pesawat, saya selalu menyukai momen seperti ini. Mereka mengucapkan terima kasih kepada para penumpang. Dan saya juga selalu mengucapkan terima kasih kepada kabin crew Air Asia yang ramah dan helpful. Mereka telah membuktikan bahwa maskapai berbiaya rendah bukan berarti membuat mereka tidak bisa memberikan pelayanan terbaik kepada penumpang. Pantas jika selama 11 tahun berturut-turut Air Asia meraih penghargaan Maskapai LCC (low cost carrier) terbaik di dunia dari Skytrax.

Saya turun dari pesawat. Yeay... India I am coming.... Air Asia sudah mengantar saya. Dan seminggu lagi, Air Asia akan kembali menjemput saya pulang ke Indonesia.

India dan Banyak Cerita yang Mewarnainya
Tidak sedikit orang yang mempertanyakan mengapa saya memilih India. Selain tiket murah yang saya dapat dari Air Asia, alasan utamanya karena saya memang menyukai negara ini dan ingin sekali menuliskan perjalanan saya menjelajahi India. Perjalanan saya kali ini akan melengkapi kepingan cerita tentang India yang belum selesai saya tulis. India begitu luas, banyak warna, banyak cerita, juga banyak drama.
Taj Mahal
Persetan dengan anggapan-anggapan buruk tentang India. Mereka bilang saya terlalu berani ke India hanya berdua. Sama-sama perempuan pula. Bagaimana kalau terjadi apa-apa? India bukan negara yang ramah bagi perempuan.
Memberi makan merpati
Sebenarnya tak perlu jauh-jauh ke India, di negeri sendiri juga banyak tindak kriminal dan pelecehan terhadap perempuan. Justru, India mengajarkan saya banyak hal yang tidak saya dapat di tempat lain. Memang, saya pernah ribut dengan petugas di Baby Taj Mahal yang memaksa saya membayar Rs500 (setara 100 ribu rupiah) untuk kesalahan yang tidak saya lakukan. Tapi di saat yang bersamaan, ada warga lokal membela saya hingga petugas tersebut membiarkan saya pergi. Ah, saya tidak akan melupakan kebaikannya.

Di Agra, selain menapaki jejak cinta Shah Jahan di Taj Mahal dan Agra Fort, saya juga bertemu banyak orang baik. Sanjay si sopir tuktuk baik hati yang banyak membantu saya. Ada Pak Arif yang menjadi “malaikat penolong” untuk tarik tunai lewat mesin EDC di tokonya saat kartu ATM saya tidak bisa digunakan.

City Palace, tempat Hamish dan Raisa liburan
Ada ketenangan dan keramahan yang menyambut saya di Udaipur, salah kota favorit saya di India. Ada pemuda asing di Jaipur yang mengantar kala saya tersesat di pasar saat hujan. Pemuda yang awalnya saya curigai sebagai scammer karena merasa dia terlalu baik. Tapi ternyata dia memang baik. Ada juga pemuda yang dengan suka rela meminjamkan ponselnya untuk saya pakai menelepon ke hotel, dan dia tidak meminta imbalan apa pun, juga tidak melakukan pelecehan. Bahkan pemuda itu sangat sopan. Ada ibu-ibu yang ramah, mengajak ngobrol dalam bahasa Hindi meskipun kami tidak mengerti. Senyum menjadi bahasa yang membuat komunikasi kami "nyambung".
Baby Taj Mahal
Saya memang memiliki pengalaman buruk, pelecehan secara verbal yang dulu dilakukan oleh seorang pemuda India yang saya kenal di Hyderabad. Saya juga nyaris dipalak oleh petugas, pernah bertengkar dengan sopir tuktuk yang menaikkan tarif sesukanya padahal kami sudah menyepakati harga.

Bersama warga lokal di Chittorgarh
Tidak semua orang yang saya temui adalah orang baik. Dan tentu saja, tidak semua dari mereka adalah orang jahat. Bahkan, seburuk apa pun orang mencitrakan India, berdasarkan pengalaman pribadi, saya percaya bahwa India tidak kekurangan orang baik. Ada banyak sekali orang baik yang saya temui. Dan mereka adalah orang asing yang bahkan tidak saya ketahui namanya, namun kebaikan mereka tidak akan saya lupakan.


Semua itu saya tuliskan dalam buku Unforgettable India. Saat ini, buku tersebut sudah terpajang manis di rak toko buku. Satu mimpi sudah saya centang. Saya bersyukur dan bahagia bersama Air Asia yang telah mengantar saya menjemput mimpi di India. Terima kasih, thank you, syukriya, Air Asia, maskapai kesayangan kita semua.

Ayun
Menulis buku Unforgettable India dan mengedit banyak buku lainnya.

Related Posts

47 comments

  1. Aduh cakep banget ini tulisan, sambil menyelam minum air ceritanya hihi. Aku sudah baca lho Unforgetable India-nyaaa. Seruuu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Uwuuu... makasih, Mbak Sash. Gak cuma baca tapi juga bikin giveaway berhadiah bukuku.

      Delete
  2. Wah pas lagi bersih ya itu Bagore Ki Havelinya. Aku ke sana penuh kotoran hahaha. Liat foto-fotonya jadi kangen pengen balik lagi. Belum puas keliling Rajashtan. Hayo dong AirAsia, kasih promo jedarjeder lagi yaah yaah yaaah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku seneng banget pagi-pagi nongkrong di sini bareng warga lokal ngasih makan burung. Tahun depan kalo Air Asia ngasih promo jedarjeder lagi aku masih mau lagi ke India. Hehehe

      Delete
  3. Mbak bener-bener beruntung ya bisa menulis perjalanan ke India dengan sangat cantik, mengesankan, dan indah.

    Soalnya selama ini aku baca2 tulisan orang yg ke India selalu menampilkan sisi buruknya, tentang negara yg gak ramah turis perempuan lah, banyak kriminal lah, dll.

    Kalau mau pesen bukunya yg ada tanda tangan mbaknya gimana caranya? ��

    ReplyDelete
  4. Hai, Mbak. Kalo mau pesan yang bertanda tangan bisa DM di IG ayunqee. Terima kasih.

    ReplyDelete
  5. Keren sudah ke India. Menurut teman saya yang pernah ke India, dia menyarankan jangan pernah ke India ��. Padahal dirinya pencinta apa-apa yang berbau India. Pengalaman orang akan menghasilkan cerita yang berbeda ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak, beda pengalaman beda cerita, dan beda saran. Kalo menurut saya, India ini salah satu negara yg harus dikunjungi paling tidak sekali seumur hidup. Tapi buat cewek yg pertama kali ke India saya gak sarankan untuk pergi sendirian. Paling gak dua orang.

      Delete
  6. Murah banget, Jakarta - Jaipur pp cuma 2,7 jutaan. Itu sama dengan harga malang-jakarta pp.

    Jadi travelling ke luar negeri itu bisa jadi lebih murah dibanding di dalam negeri ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, Malang-Jkt segitu, ya. Udah bisa ke Jaipur pp buat dua orang. Tiket keluar negeri emang lebih sering promo daripada dalam negeri. Apalagi promonya Air Asia, mantap!

      Delete
  7. Congratulation mba, udah menerbitkan buku.
    Karena impian saya juga bisa menerbitkan buku hasil karya diri sendiri.
    Dan hebatnya lagi bisa terbang ke negara India juga, tentu menjadi pengalaman yang nggak terlupakan ya mba.
    Bisa kesana, yang terkenal dengan Taj Mahal nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga mimpi Mbak Elva juga terwujud. Amin.

      Delete
  8. Aku jadi pengen install apps Air Asia deh. Koq seliweran artikel ttg Air Asia. Baca artikel ini, India ternyata engga semenyeramkan yg diceritain rang-orang. Bagus² arsitekturnya...ku sukak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak serem kok, Mbak. Ada Kajol dan Shahrukh Khan. hahaha

      Delete
  9. Halo mb Ayun

    Wah senengnya bisa jalan2 ke India. Btw buku Unforgettable India nya menarik ni, kapan2 mo nengok ah pas ke toko buku. Etapi kapan ya balik sayanya. Hahaha.

    Terbang bersama AirAsia, jelas jadi pilihanku juga Mba. LCC ini belum pernah ngecewain aku, saat terbang ke KUL dari JOG, SLO atau SRG lebih dari 20-an kali. Ontime, web check in gk ada kendala serta staf yg ramah emang memuaskan.

    Apalagi sering kubeli 3-4 bulan sebelumnya, sehingga harga muraaahhh bgt ahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nanti kuanterin bukunya ke Thailand, Mas. Nunggu promo cettar lagi dari Air Asia. hehehe...

      Delete
  10. MasyaAllah indahnya negeri India, yang dulu waktu kecil cuplikannya bisa ditonton dari film-film romantisnya Syahrukhan. Ngomongin Air Asia saya belum pernah nih nyobain naik maskapai satu ini. Semoga ada rezekinya nanti bisa nyobain serunya terbang bareng Air Asia juga. ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin
      Aku punya mimpi ke India juga gara2 keseringan nonton film India waktu kecil. Haha

      Delete
  11. Hai Mbak Ayun,
    Senang baca pengalaman wisatanya, menyenangkan dan menarik. Saya pikir wisata ke India itu menakutkan, ternyata jauh dari dugaan. Jadi punya kesan tersendiri ya Mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak, ternyata nggak selebay yang banyak diberitakan, kok. Tapi tetap harus hati2.

      Delete
  12. Ehemmm, menarik ceritanya. Pengalaman yg bener2 Unforgettable. Kapan ya bukuku bisa nangkring cantik di tempat asyik kayak gitu? Masalahnya bukuku bukan ttg perjalanan, tapi novel anak 😅😅😅 Doain dong, mbak biar aku nyusul ke situ juga..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga segera ya, Mbak. Amin. Salut aku sama penulis2 buku anak. Susah lo nulis pake bahasa yg mudah dipahami anak, jadi tantangan tersendiri.

      Delete
  13. Beruntung banget ya Mbak bisa jalan-jalan ke India. Ternyata aplikasi Air Asia bisa digunakan cari tiket promo paling murah juga ya mbak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah beberapa kali dapat promo dari Air Asia, tapi yg paling mantap memang promo ke India ini.

      Delete
  14. Wah... seru2...kk sudah sampai ke India... saya juga beberapa kali 1 atau 2 kali dapat promo air asia... tapi pernah juga dapat mahal...karena cuman dia maskapai yang direct langsung penang jakarta... mau ga mau ga ada pilihan kala itu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak apa-apa pas dapet mahal yg penting bisa tetap kebeli ya, Bang. Hehe

      Delete
  15. senangnyaaaa... jd kalau naik pesawat itu pesan tiketnya gak ribet toh. saya belum pernah nih. semoga tahun depan bs terbang bersama air asia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin
      Rute dari Juanda juga sering promo, Mbak. Aku kalo cari tiket Air Asia promo biasanya masukin rute dari SUB (Juanda) atau CGK.

      Delete
  16. Beruntung sekali kak bisa mendapatkan tiket seharga Rp2.768.552,00 saat ke India.

    Kalau begitu, jika kita bandingkan dengan harga tiket domestik Jkt ke Papua biasanya 2x lipat lebih mahal harganya.

    Ternyata hasil riset yang saya temukan di internet, air Asia merupakan maskapai terbaik yang memiliki harga terjangkau. Tak salah dengan slogannya ya.. now everyone can fly

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makanya, saya lebih milih jalan2 ke luar negeri daripada ke Indonesia timur. Bukan nggak cinta Indonesia, tapi budgetnya belum cukup buat beli tiket ke sana.

      Delete
  17. Keren banget sih mba, liburan ke India. Aku kalo teringat "india" langsung kebayang shah rukh khan. Hahah

    ReplyDelete
  18. Mimpi yang jadi kenyataan ya mbak? Ihh, aku jadi iri deh. Air Asia memang banyak mewujudkan mimpi-mimpi teman-teman saya berkunjung ke tempat yang jauh. Semoga suatu saat mimpiku juga terwujud

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga. Yakin aja, setiap mimpi pasti ada jalannya. Amin.

      Delete
  19. hi mba Ayuu, aku sudah ikut blog nya yaa semoga bisa ikuti balik hehe. Masya Allah impian banget akutu bisa melihat foto teman-teman yg bisa travelling ke Jaipur ini. Dan semoga soon aku bisa menikmati keindahan alam dan juga kota di luar negeri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai, Mbak Grand. Udah aku ikuti balik. Thanks for following my blog.

      Paling tidak, sekali seumur hidup, berkunjunglah ke India biar mengalami drama-dramanya. Hahahaha...

      Delete
  20. Citra India memang kurang bagus, tapi ya benar juga, tidak semua orang disana adalah orang jahat. Apalagi tempat wisatanya eksotis macam Taj Mahal yang membuat banyak orang, termasuk saya, pengin kesana juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama juga kayak di negara kita. Nggak semua orangnya adalah orang baik. Setiap negara pasti ada orang baik dan jahatnya.

      Delete
  21. Jadi pengen baca buku Unforgettable India. Pasti bagus yaa. Keren mimpi yang jadi kenyataan Mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih bisa dibeli di toko buku offline dan online. Hehe

      Delete
  22. bagiku apabila membaca cerita orang dari atas sampai bawah apalagi tentang negara India yang ada Taj Mahal dan makanan khas mereka, ingin banget rasanya bisa keluar negeri agar bisa tau bahwa dunia ini sangat luat dan layak di jelajahi.. Menggunakan air Asia sangat paling jitu dan bagus untuk perjalanan luar dan dalam negeri..

    ReplyDelete
  23. Dulu adik saya bolak-balik Jakarta-Singapura kuliah juga sering naik ini. Semenjak ada AirAsia, adik saya jadi lebih sering pulang, kumpul keluarga. Sebelumnya pulangnya paling cuma pas lebaran aja, maklum kami dari keluarga yg cuku-cukup saja, bukan keluarga kaya secara materi. Hehehe. Saya juga mau bilang makasih sama AirAsia karena membuat semua orang Indonesia sekarang bisa naik pesawat.

    ReplyDelete
  24. Gak sekalian niupin ular kobra disana kak? wkwkwkwk asyik ya halan2 ke LN apalagi yang bikin iri, udah nerbitin buku

    ReplyDelete
  25. Air Asia sudah bukan penerbangan domestik lagi, ya? Saya pernah coba cari tiket ke Jakarta dan Bali, tidak ada. Sayang sekali. Padahal kan Air Asia itu sangat murah seperti slogannya, bahwa semua orang sekarang bisa terbang bersama Air Asia.

    Saya belum cek agi, semoga sudah bisa ke Jakarta dengan Air Asia.

    ReplyDelete
  26. Bahagia sekali bisa mewujudkan impian ya, Mbak. Itu salah satu hal yang membuat hidup kita lebih hidup.
    Saya pun ingin kelak bisa singgaj ke Taj Mahal. Semogaa bisa terwujud..

    ReplyDelete
  27. Bagus banget cerita tentang airasianya
    Terutama bagiannasi lemaknya hehe
    Aku juga pernah diselamatkan airasia
    Waktu itu ditinggal lion. Dr denpasar ke bandung. Kayaknya tiketnya dijual gitu aja. Untung kami ber-17
    Ngamuk di bandara. Akhirnya diganti, dikasih air asia ke bandung

    ReplyDelete
  28. air asia juga favorit aku, kalo promo ga nanggung nanggung kasih harganya, nentuin destinasi aja sampe bingung saking banyak yg dikunjungi hehe

    ReplyDelete

Post a Comment

meninggalkan komentar lebih baik daripada meninggalkan pacar. hehehe...

Subscribe Our Newsletter