Jangan Terbangkan Balonmu!

         Diilhami dari resolusi jihad pada 22 Oktober 1945, hari ini, 22 Oktober 2015, untuk pertama kali Indonesia merayakan Hari Santri Nasional. Kirab santri digelar di sana-sini. Para santri berbangga akan hal ini. Euforia perayaan Hari Santri Nasional salah satunya diwujudkan dengan melepas balon warna-warni ke udara. Indah, ya, seperti indahnya kehidupan di pesantren yang penuh warna bagai balon udara. Tapi, kita tak harus melepas balon udara. Pegang erat-erat balon kalian, wahai para santri. Mari berpikir lebih jauh, lebih dalam, tentang sesuatu yang selama ini mungkin tak pernah tebersit dalam pikiran kita. Ke mana balon warna-warni itu jatuh? 




 sumber gambar: bobo.kidnesia.com


        Balon-balon gas yang dilepas ke udara akan terbang setinggi mungkin hingga batas kapasitas sampai akhirnya ia meletus dan jatuh kembali ke tanah atau perairan. Lalu, apa hubungannya balon lepas dengan laut? Balon yang terbang ke angkasa akan kembali ke darat atau laut, menjadi sampah yang mengotori bumi hingga bertahun-tahun. Peneliti dari organisasi Clean Virginia Waterways, Universitas Longwood, Amerika Serikat menemukan karet balon dalam perut penyu. Menurut penelitian mereka, para penyu keliru menyangka balon-balon yang mengambang adalah makanan alami mereka, yaitu ubur-ubur. Selain dalam perut penyu, peneliti juga menemukan balon dalam perut lumba-lumba, paus, ikan, dan berbagai jenis burung laut. Menurut penelitian mereka, balon karet yang terperangkap dalam perut penyu menyebabkan rusaknya pencernaan penyu. Balon yang tertelan akan menghambat aliran makanan sehingga memperlambat proses pencernaan makanan. Penyu kemudian sakit dan akhirnya mati. Ditemukan juga kasus burung-burung yang mati terbelit pita balon. (sumber: bobo.kidnesia.com)


Balon ditemukan dalam perut penyu (ballonsblow.org)
 
Burung mati terbelit pita balon. (ballonsblow.org)


           Nah, sekarang sudah tahu, kan? Meski balon itu diterbangkan di wilayah yang jauh dari laut, balon-balon itu sangat mungkin jatuh di laut, apalagi negeri kita memiliki laut yang begitu luas. Maka, pegang erat-erat balonmu. Cukup balon hijau yang terbang ke udara, eh balon hijau meletus, bukan terbang. *lol

           Jadi, pada perayaan Hari Santri Nasional ini, dan perayaan apa pun tentunya, tak perlu melepas balon ke udara. Bumi ini bukan hanya dihuni oleh manusia, tapi juga tumbuhan dan satwa. Pedulikan mereka, jangan terjebak pada euforia sebuah perayaan.

Share if you care!




         





Share:

7 comments

  1. Jadi besok mending melepaskan Burung Merpati :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena merpati tak pernah ingkar janji. :D

      Delete
  2. Simpan balonmu.. kamu akan membutuhkannya utk foto2 saat temanmu ulang tahun *pengalaman pribadi*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ultahku 11 Januari, Kak. Bisa nyiapin kado mulai sekarang. *ngarep :P

      Delete
  3. Iya, kak, mungkin bagian menerbangkan balon itu ndak perlu. Atau bisa diganti sama merpati seperti kata kak nasirullah. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi merpati lebih mahal daripada balon. Hehehe

      Delete
    2. Tapi merpati lebih mahal daripada balon. Hehehe

      Delete