Hal-Hal Mengasyikkan yang Bisa Kamu Lakukan di Pantai Payangan


“Ketika saya merindukan pantai, berarti saya masih waras.”
(@ayunqee)

Pantai di Jember? Pasti Watu Ulo dan Papuma. Itulah dua pantai yang paling banyak dikenal oleh masyarakat di luar Jember. Padahal, Jember punya pantai lain yang tak kalah menarik dengan dua pantai tersebut, salah satunya Pantai Payangan. Pantai ini masih berada di deretan Pantai Papuma dan Watu Ulo, tak jauh dari keduanya.
Jika masuk Kabupaten Jember dari arah Surabaya, maka ketika sampai di pertigaan Kaliputih, ambil arah ke kanan (ke Balung). Ikuti saja jalan tersebut sampai pertigaan Pasar Balung, lalu belok kiri ke arah Ambulu. Sampai di perempatan dekat Alun-Alun Ambulu, ambil arah ke kanan menuju pantai. Ikuti terus jalan tersebut hingga mentok ke Pantai Payangan. Sebelum sampai di Pantai Payangan, kamu akan menjumpai tikungan ke arah Pantai Papuma, Pantai Watu Ulo, hingga akhirnya kamu menemukan banner selamat datang seperti ini.
Pintu masuk 
Matahari siang itu cukup terik, namun angin semilir meniupkan kesejukan bagi para pengunjung. Pantai Payangan sisi barat terbilang ramai. Terlihat dari banyaknya motor di tempat parkir. Namun saya terus melanjutkan perjalanan menuju Payangan di sisi timur. Pantai Payangan memang cukup luas, bahkan sepertinya lebih luas jika dibandingkan dua pantai di sebelahnya. Banyak sisi menarik untuk dieksplor. Pun banyak hal menarik yang bisa kamu lakukan di Pantai Payangan. Apa saja?

Tracking Mengelilingi Bukit
Pantai Payangan merupakan pantai berpasir hitam dengan beberapa bukit dan pulau-pulau karang yang menjadi ciri khasnya. Jika pada kunjungan ke Payangan bulan Mei lalu saya naik ke Bukit Sambuja, kali ini saya naik ke Bukit Domba atau Bukit Suroyo. Disebut Bukit Domba karena memang banyak domba atau kambing yang digembalakan di sekitarnya.
Pintu masuk Bukit Domba

Jika dibandingkan dengan Bukit Sambuja yang berada di seberangnya, view dari Bukit Domba lebih menarik. Track-nya lebih panjang dan memutar sehingga kita bisa melihat view yang berbeda saat naik dan turun karena melewati jalan yang berbeda pula. Memang begitu kan indahnya perbedaan?

View yang bisa kamu lihat saat naik ke Bukit Domba.
Track ke Bukit Domba baru dibuka beberapan bulan lalu setelah pihak pengelola, dalam hal ini masyarakat lokal, membabat semak-semak untuk membuka jalan menuju puncak bukit. Untuk naik ke Bukit Domba kita dikenakan biaya sebesar lima ribu rupiah untuk dana pelestarian alam. Tapi kalau cuma masuk pantainya free, kok.
Di puncak Bukit Domba kamu juga bisa menikmati sunset sambil bersantai di gazebo atau duduk lesehan di rerumputan. Kalaupun tak mau menunggu sunset, view dari atas bukit juga mampu memanjakan matamu, karena perjalanan bukan hanya tentang sunset dan sunrise melulu.
Pulau karang tampak dari puncak bukit


Napak Tilas ke Goa Jepang
Seperti namanya, Goa Jepang adalah goa peninggalan Jepang saat menjajah negeri kita. Saat sampai di puncak bukit, saya melihat petunjuk arah ke Goa Jepang. Saya pun mengikuti petunjuk tersebut seraya berjalan di belakang salah seorang bapak dari Tim Hiu yang mengelola pantai Payangan. Si Bapak menjelaskan bahwa dulu di dalam Goa Jepang terdapat tangga bawah tanah, tapi sekarang sudah runtuh dan tertimbun.
Gambar: interior Goa Jepang


Naik Perahu
Turun dari Bukit Domba, saya menuju tepi pantai tempat perahu-perahu ditambatkan. Hanya dengan merogoh kocek sebesar lima ribu rupiah, kita sudah bisa mengitari Pantai Payangan sisi timur dengan berperahu kayu. Kalau kurang jauh, kita juga bisa naik perahu hingga Pantai Papuma, tapi bayarnya tentu lebih mahal.



Memancing
Buat kamu yang hobi mancing, Pantai Payangan menawarkan spot asyik buat memancing, yaitu di bawah Bukit Domba. Tapi jangan heran bila di tengah-tengah keasyikanmu memancing sambil melamu,n tiba-tiba ada sosok yang duduk di sampingmu dan berteriak, “Embeeekkk....” Hehehe.... Kambing-kambing milik warga memang dilepas bebas di sekitar Bukit Domba, sehingga mereka juga berkeliaran di sekitar tempat memancing.

Camping
Bermalam di pantai, menatap langit yang bertabur bintang, menyalakan api unggung, dengan bunyi debur ombak sebagai musik latar, hmm... pasti mengasyikkan. Di Pantai Payangan pun, kamu bisa melakukan hal itu. Yup, Pantai Payangan menawarkan camping ground yang bisa kamu pakai camping bersama teman-temanmu, seperti yang sering dilakukan oleh teman-teman Backpacker Jember. Sayangnya, keinginan saya untuk camping bersama mereka di Pantai Payangan belum kesampaian. *curcol

Wisata Kuliner
Wisata kuliner tentu tak bisa dipisahkan dari dunia traveling. Logika tanpa logistik nggak jalan, kan? Hehehe.... Bila kamu penggemar seafood, di Pantai Payangan sudah ada warung-warung tenda yang tak hanya menyediakan mi rebus dan kopi, tapi juga aneka seafood,  seperti kepiting dan udang, tapi bukan ikan hiu. *lol
Namun, karena saya bukan penggemar seafood—saya penggemar landfood, hehehe...—jadi saya tidak mencicipi seafood di Pantai Payangan.

Curhat pada Kambing (Abaikan atau anggap saja bonus)


Kalau curhat pada teman sudah terlalu mainstream atau curhat di socmed takut dibaca mantan, curhat saja pada kambing-kambing di Pantai Payangan. Mereka akan setia mendengar keluh kesahmu tanpa protes atau memarahimu. *lol

Itulah hal-hal mengasyikkan yang bisa kamu lakukan untuk menikmati keindahan Pantai Payangan yang saat ini masih dikelola warga sekitar, khususnya para pemuda karang taruna  . Cukup membayar parkir sebesar lima ribu rupiah, kamu sudah bisa menikmati indahnya Pantai Payangan.
Jangan lupa untuk menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Ada hal lain yang menurutmu juga mengasyikkan? Tambahkan saja!


Jember, Juli 2015


Share:

3 komentar

  1. Wahhhh asik banget. Tapi mataharinya terik banget ya Mba. Panasssss. Kalo ke sana aku wajib nenteng sunblock yang banyak. Hehehe. Kapan kapan culik aku keliling Jawa dong Mba Ayunnnn.

    ReplyDelete
  2. Kalo musim kemarau, pantai mana aja pasti terik. Hehehe... Siapin sunblock dan sunglasses. :D
    Aku pun belum khatam keliling, Cha. Yuk, jelajah Jawa.

    ReplyDelete
  3. View di Bukit Domba sangat sangat sangaaaat keren!! Suka banget. Bisa begitu ya garis pantainya, berkelok-kelok dengan anggunnya :)

    ReplyDelete

meninggalkan komentar lebih baik daripada meninggalkan pacar. hehehe...