Giveaway Kumcer Dijual: Keajaiban

Judul     : Dijual: Keajaiban
Penulis : Gao Xingjian, Khayriyah Ibrahim as-Saqqat, Naguib Mahfouz, Orhan Pamuk, RK. Narayan, Salman Rshdie, Taufiq el-Hakim, Yukio Mishima, Yusuf Idris
Penerjemah : Tia Setiade
Jumlah hlm : 228 hlm
Penerbit : DIVA Press


Dijual: Keajaiban, demikian judul kumpulan cerpen yang diterjemahkan dari karya-karya beberapa penulis luar oleh Tia Setiadi. Ada sembilan cerpen dari penulis berbeda dalam buku ini.


Sebagai pembuka, kita akan disuguhi cerpen berjudul Di Sebuah Taman karya Gao Xingjian dari Tiongkok. Membaca cerpen ini memang perlu sedikit "bersabar", terutama jika kamu penyuka narasi, karena sebagian besar cerpen ini berbentuk dialog dua tokoh yang sedang bercakap-cakap di taman. Keduanya merupakan teman di masa kecil yang bertemu kembali saat sama-sama telah dewasa. Konfliknya pun datar sehingga terasa membosankan. Namun, jangan buru-buru berhenti membaca kumpulan cerpen ini, karena cerpen-cerpen berikutnya akan memberimu kejutan.

Selanjutnya, mari beralih pada karya Khayriyah Ibrahim as-Saqqaf berjudul Pembunuhan Cahaya di Alir Sungai. Cerpen ini semacam kritik sosial terhadap masyarakat Timur Tengah yang diskriminatif terhadap perempuan. Adalah Raha, gadis belia yang masih sekolah namun dipaksa oleh kedua orang tuanya untuk menerima lamaran pria kaya yang jauh lebih tua daripada dia. Penolakan itulah yang membuatnya tersiksa secara lahir dan batin. Ironisnya, penyiksaan tersebut dilakukan oleh kedua orang tuanya. Menolak perjodohan dianggap hal yang memalukan kala itu.

Masih dari Timur Tengah, selanjutnya kita akan disuguhi karya Naguib Mahfouz berjudul Qismati dan Nasibi. Dengan begitu piawai, Naquib meramu konflik melalui dua tokoh kembar siam bernama Qismati dan Nasibi. Masing-masing memiliki dua pasang tangan dan satu kepala, namun mereka harus "berbagi" sepasang kaki dan sebuah perut. Konflik semakin dipertajam dengan karakter si kembar siam yang saling bertentangan; Qismati menyukai kebersihan, Nasibi tidak, Qismati menyukai ilmu pengetahuan, Nasibi lebih suka menggoda perempuan, dan pertentangan-pertentangan lain yang membuat keduanya sangat berbeda meski hidup dengan perut dan kaki yang sama. Sementara itu, memisahkan keduanya adalah hal yang tidak mungkin.

Dari kisah si kembar, kita beralih pada kisah seorang rahib dalam cerpen Dijual: Keajaiban karya Taufiq el-Hakim. Suatu ketika, sang rahib diminta untuk mengobati seorang perempuan yang telah lama sakit dan berada di ambang kematian. Rahib memanjatkan doa, dan sebelum ia selesai berdoa, si perempuan sakit terdengar mengeluarkan keluh yang dalam dan lega. Ajaib! Perempuan itu sembuh. Kabar keajaiban ini pun menyebar dari satu desa ke desa lain. Sang rahib dielu-elukan, dihormati, dan dijamu dengan istimewa. Bergantian orang mendatanginya, memintanya mengobati orang-orang yang sakit dengan keajaiban doa yang dimilikinya. Saat semua tugasnya selesai dan ia kembali ke gereja, ternyata "keajaiban" lain yang lebih mengejutkan tengah menyambut kedatangannya. Apakah "keajaiban" itu? Simak cerita lengkapnya di buku.

Selain cerpen-cerpen tersebut, masih ada cerpen-cerpen lain yang disajikan di buku ini. Setiap cerita memiliki ciri khas dan nuansa yang berbeda sesuai negara masing-masing, membuat buku ini bukan sekadar antologi cerita, tetapi juga antologi "rasa" yang disampaikan oleh para penulisnya.


IKUTI BLOGTOUR "Dijual: Keajaiban"

Jangan lewatkan kesempatan memboyong 1 kumcer "Dijual Keajaiban" plus 1 buku terbaru DIVA PRESS gratis dan akan dikirim ke alamat di wilayah Indonesia. Silakan langsung meluncur di blog-blog yang menjadi host sesuai tanggalnya.


Berikut syarat dan ketentuan giveaway di blog ini:

1. Share info giveaway ini di salah satu akun media sosialmu.
2. Follow blog ini dengan cara klik "join this site" dan ikuti langkah-langkahnya.
3. Follow akun Twitter @divapress01.
4. Ceritakan pengalamanmu secara singkat tentang sesuatu yang kamu anggap sebagai keajaiban dalam hidup.
5. Tuliskan jawabanmu di kolom komentar postingan ini dengan menyertakan nama, kota domisili, dan akun Twitter atau Facebook.
7. Gievaway ini berlangsung sampai tanggal 10 Januari 2015.


Dan, inilah saatnya untuk mengumumkan pemenang giveaway "Dijual: Keajaiban". Membaca jawaban teman-teman di sini, saya semakin yakin bahwa hidup memang penuh keajaiban. Setelah memilih, memilah, menimbang, dst... hehehe..., akhirnya saya mantap memilih jawaban dari Maya Nirmala Sari:

Keajaiban yang pernah terjadi di hidupku adalah ketika gendang telingaku bisa utuh kembali, padahal dokter spesialis telah berulang kali memeriksanya dan menyatakan bahwa telah terjadi perforasi selama bertahun-tahun. Dokter juga menyatakan bahwa secara teori, gendang telinga yang telah perforasi tidak dapat diperbaiki.
Ketika dokter melihat ternyata sekarang gendang telingaku sudah utuh kembali, dokter pun tidak tau apa sebabnya, beliau hanya bilang, "ini keajaiban Tuhan"
Kalau aku ingat-ingat, saat itu setiap harinya aku selalu menyetel mp3 bacaan ayat Al-quran hampir 24 jam. Wallahu alam


Selamat!!!
Untuk kalian yang belum beruntung mendapatkan kumcer ini, silakan meluncur ke sini.  



                                                                                                     Salam

                                                                                                    @ayunqee 

Share:

23 komentar

  1. Nama, Qurotul Aeni domisili Tegal
    fb: Qurotul Aeni
    twitter @ennie_fatcha

    Keajaiban yang pernah kutemui dalam hidup, dan sebuah pengalaman yang menyakitkan namun tak terlupa adalah ketika tenaga medis sudah memberitahukan padaku, bahwa ibu usianya hanya tinggal beberapa hari lagi. Karena mereka mendiagnosis bahwa ibu terkena gagal ginjal parah. Namun, entah apa sebabnya beberapa hari kemudian diagnosis mereka salah. Dan ibuku sehat sampai sekarang. Alhamdulillah

    ReplyDelete
  2. Nama : Nailul Munaa Choiriyah
    Domisili : Kudus
    Facebook : Nayla M Choiriah (https://www.facebook.com/saferpink)

    Salah satu kejadian yang cukup ajaib selama saya hidup itu, ketika saya menyadari bahwa saya baru saja jatuh cinta pada sahabat saya sendiri. Saya merasakan hal yang aneh dan diluar nalar. Saya bisa mengerti ketika orang mengatkan bahwa cinta membutakan logika dan mempunyai suatu kekuatan untuk membangkitkan, yang dulu saya kira hal-hal tersebut hanya bualan para pendongen.

    ReplyDelete
  3. Keajaiban yang pernah terjadi di hidupku adalah ketika gendang telingaku bisa utuh kembali, padahal dokter spesialis telah berulang kali memeriksanya dan menyatakan bahwa telah terjadi perforasi selama bertahun-tahun. Dokter juga menyatakan bahwa secara teori, gendang telinga yang telah perforasi tidak dapat diperbaiki.
    Ketika dokter melihat ternyata sekarang gendang telingaku sudah utuh kembali, dokter pun tidak tau apa sebabnya, beliau hanya bilang, "ini keajaiban Tuhan"
    Kalau aku ingat-ingat, saat itu setiap harinya aku selalu menyetel mp3 bacaan ayat Al-quran hampir 24 jam. Wallahu alam :)

    Maya nirmala sari
    Boyolali
    twitter @mayasar2

    ReplyDelete
  4. Nama: Farikhatun Nisa'
    Domisili: Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan
    Fb/twitter: Farikhatun Nisa/@littlepaper93

    Jawaban: Keajaiban itu adalah suatu rahasia yang kedatangannya tak terduga. Seperti ketika keajaiban itu datang padaku. Di suatu siang, aku diamanahkan uang sebesar dua ratus ribu oleh ibu untuk diberikan kepada seseorang. Dalam perjalanan, tak sengaja uang itu terjatuh saat aku mengambil ponsel disaku celana. Aku tak sadar. Kukira yang jatuh itu kertas bekas yang tak sengaja kukantongi. Setelah beberapa meter, aku baru tersadar dan langsung kaget. Aku kembali ke tempat di mana aku menjatuhkan uang itu. Setelah dicari, hanya ketemu 50rb. 150 masih hilang. Terus mencari sampai hampir ditabrak truck, dicaci orang. Tapi akhirnya menyerah. Dan bingung harus ngomong gimana sama ibu. Masalahnya, ini uang hasil jerih payah ibu sendiri, dan aku takut tidak dipercaya lg sama ibu. Dan disitulah keajaiban datang. Angin di tengah jalan berembus, menerbangkan dua lembar uang yang tengah kucari yang sejak tadi entah berada di mana. Lucu memang jika kejadian ini disebut keajaiban. Tapi aku menyebutnya sebuah keajaiban. Karena keajaiban ini yang memperingatkanku pentingnya menjaga sebuah amanah.

    ReplyDelete
  5. Nama: Novia Fm domisili Salatiga
    Fb : Novia Masyitoh
    Twitter : @masyitoh21

    Krajaiban bagiku adalah ketika sebuah doa dari orang tua mampu menghantarkanku ke negara Kanguru, tepatnya di Perth Australia.
    Semuanya datang secara tiba-tiba. Aku tak menyangka jika dalam waktu sesingkat ini dapat menikmati belajar di luar negeri.
    Akhir desember kemarin, Diktis meluncurkan program terbaru yaitu Student Mobility Program. Program ini memberikan training kepada mahasiswa seluruh indonesia di University of Western Australia dan Curtin University.
    Setiap mahasiswa harus lolos tahap seleksi berkas dan wawancara. Di proses ini lah keajaiban dari doa orangtua bekerja. Sungguh terasa dalam setiap sujud dan lantunan doa. Setiap pertanyaan yang diberikan oleh interviewer dapat dijawab dengan mudah. Seakan ada yang menggerakkan lisanku secara sempurna.
    Saat pengumuman tiba aku tak menyadarinya, justru temanku yang memberikan kabar bahwa aku satu-satunya mahasiswa dari institut di Salatiga yang lolos menjadi peserta SMPro tahun 2015. Tak percaya rasanya. Namun, ini lah realita. Ketika hanya tawakal kepada-Nya yang kita punya, maka Tuhan lah yang akan mengerjakannya. Finally, hopefully, this is my path to go oversease and inspiring others.
    :) Allah Maha Rahman

    ReplyDelete
  6. Nama: Wika Agustina
    Domisili: Medan
    Akun twitter: @agstnwika

    Keajaiban yg pernah aku alami, sekaligus tanda kebesaran Allah yg telah aku rasakan adalah saat aku masuk rumah sakit untuk pertama kalinya diseumur hidupku. Kejadiannya menjelang lebaran tahun 2012. Saat itu org tuaku juga mendapat musibah berat karena bukan aku saja yg masuk rumah sakit, tapi juga adik ku, ia terkena tifus. Tapi tidak seperti aku, adikku itu bisa kembali ke rumah lebih dulu sementara aku masih terbaring lemah di rumah sakit.
    Untuk pertama kalinya aku merasakan udara di dalam rumah sakit. Aku terkena DBD. Sebelumnya aku pernah mendengar penyakit ini karena dua orang temanku juga pernah mengalaminnya. Aku memdapat pertolongan di UGD terlebih dahulu karena melihat wajahku yg sudah sangat pucat. Aku harus merelakan tanganku ditusuk oleh jarum infus. Dan untuk pertama kalinya juga aku merasakan seperti apa rasanya diinfus. Aku dirawat satu kamar dgn adikku. Mamaku sendiri yg meminta ruangan agar bisa berdua karena tidak ingin repot jika harus bolak balik ke ruangan yg berbeda. Aku mengalami pendarahan hebat saat itu. Aku sendiri yg merasakan. Karena pada saat itu, aku telah mengalami datang bulan sebelum jatuh sakit. Tapi hari itu, darah keluar dgn deras. Dokter yg menanganiku lantas memberitahu bahwa aku sedang mengalami kritis. Mama memberitahu setelah beberapa hari kemudian. Aku sempat pasrah dan berpikiran bahwa saat itu adalah hari-hari terakhirku. Aku bahkan sempat meminta maaf sama mama atas semua kesalahanku. Mama sempat nangis. Aku tidak tega melihatnya. Aku bahkan masih ingat, saking takutnya aku sampai berkata seperti ini "Ma, ika gak mau tidur. Ika takut nanti gak bangun". Aku merasa disaat itu aku akan segera meninggalkan org tersayang disekelilingku. Tapi selama beberapa hari kritis, kondisiku tiba-tiba saja membaik setelah diperiksa dokter dan pendarahanku lambat laun sudah tidak keluar lagi. Dan itu terjadi saat adikku yg baru saja sembuh dari sakit tifus berkata "kita lebaran dirumah sakit lah ini. Cepat sembuhlah kak". Aku masih ingat itu yg diucapkan adikku. Besoknya aku merasa tubuhku seperti segar kembali. Aku bahkan bisa tertawa dgn saudaraku yg menjenguk. Dan Alhamdulillah, sejak saat itu keadaanku perlahan pulih dan selama kurang lebih dua minggu di dirawat aku bisa kembali pulang. Sungguh Maha Besar Allah. Dia yg memberikan penyakit. Dia juga yg memberikan kesehatan itu. Jadi tidak ada alasan bagi hambanya untuk berputus asa. Karena sesungguhnya Allah memberikan kita penyakit semata-mata karena Allah sayang dgn hambanya dengan mengahapus dosa-dosanya melalui penyakit itu. Hingga kini saya sudah kembali sehat seperti biasa. Alhamdulillah terima kasih Ya Allah.

    ReplyDelete
  7. Nama : Henny Kurniati
    Domisili : Jambi
    twitter : @hennycliq12

    Keajaiban itu dimulai ketika saya lulus dari sekolah menengah atas tahun 2011. Saat itu adalah masa2 terberat karna harus melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi. Saat itu pula saya mengambil jurusan yg telah lama saya pupuk dari kecil, menjadi salah satu tenaga kesehatan nantinya. Namun, Allah berkehendak lain. Di tahun yang sama saya belum di kasih jalan dan rezeki utk meraih impian saya. Awalnya saya sempat putus asa dan terguncang, karna saya tak pny byk pilihan lain utk melanjutkan pendidikan. saya berpikir klo akn masuk ke kampus lain yg tdk ssuai dg passion dan minat saya. Saya sungguh dilema saat itu. Akhirnya, saya memutuskan utk mengulang lg ujian masuk universitas taun depan. Saya sabar menunggu, sabar melihat teman2 saya lain yg sdh mulai merasakan jdi anak kuliahan. Selama setahun itu saya ikhtiar dg segala usaha dan doa - doa yg saya panjatkan. saya kembali belajar dg giat. Alhamdulillah, pada tahun 2012 keajaiban itu kembali dtg. Allah menunjukkan kemana saya harus melangkah. Saya akhirnya lulus di salah satu sekolah kesehatan negeri di luar kota saya tinggal. Ternyata ini jawaban Allah dari doa - doa saya yang telah diijabah-Nya. Saya mengerti bahwa keajaiban itu ada, Hasil yg didapat tak pernah mengkhianati usaha saya selama setahun kemarin. At least, kesabaran saya berbuah manis dan Alhamdulillah di tahun 2015 ini saya telah lulus berbarengan dgn teman2 saya di angkatan 2011. Saya tidak tertinggal jauh, Alhamdulillah :)

    ReplyDelete
  8. Nama: Diniyah Hidayati
    Fb: Diniyah Hidayati
    Twitter: @dini_elfaaz

    Keajaiban ya, menurutku keajaiban itu bukan hanya dalam hal-hal besar saja, tapi juga untuk hal-hal yang kecil. Dari dulu, entah ini karena sebuah keyakinan atau memang takdir, dalam hal mendapat undian, hadiah, atau apapun yang berbau gratis, itu sungguh jarang sekali aku dapatkan. Ya kecuali dari teman atau keluarga sendiri. Sampai akhirnya, aku pernah menginginkan satu buku gratis dan mengikuti give away-nya. Aku nyaris berhasil tapi ternyata aku gagal mendapat like terbanyak. Saat itu, aku bener-bener ngerasa, apa untungnya mengikuti give away gini. Setelah berdarah-darah mengikutinya (ya, saat itu aku bener-bener memantau hitungan like dan menginginkan buku itu) dan harus gagal.
    Setelah beberapa lama aku gak ngikutin give away gini, karena udah down dan malas, satu keajaiban, tiba-tiba karena ngasih komentar yang cukup bagus, aku dapet buku. It's wonderful. Akhirnya aku rajin deh ikutan ginian lagi.
    Satu hal yang sekarang aku yakini, bahwa keajaiban itu formula dari peruntungan, doa, dan pantang menyerah.
    Sekian :D

    ReplyDelete
  9. nama : Mukhammad Maimun Ridlo
    kota domisili : Sleman
    akun Twitter : @MukhammadMaimun

    Ceritakan pengalamanmu secara singkat tentang sesuatu yang kamu anggap sebagai keajaiban dalam hidup

    Aku terlahir dari keluarga sederhana. Bukan eluarga berada. Ayahku hanya seorang petani biassa dan sesekali nyambi ngajarin ngaji yang tak ada honor di sana. Murni perjuangan dan ikhlas. Ibuku berjualan barang-barang kelontong di rumah.
    Untuk bisa sekolah sampai SMA saja aku sangat bersyukur mengingat kondisi orang tuaku yang demkian. Sehingga aku tak pernah berpikir kuliah dsb. Yang kutuju ya bekerja setelah lulus SMA.
    Tanpa kuduga, saat pemilu langsung pertama kali, ayahku terpilih menjadi seorang wakil rakyat di tingkat kabupaten. Hal ini bisa terjadi karena ayhku merupakan salah satu tokoh agama yang cukup dikenal di daerah kami. Mungkin karena berangkat dari hal yang sederhana, ayahku sampai akhir masa jabatannya menjadi wakil rakyat, beliau tetap naik angkutan umum.
    Karena hal ituulah, akhirnya aku bisa merasakan yang namanya kuliah. Alhamdulillah, aku mengambil jurusan diploma yang tidak terlalu lama kuliahnya. Dan sampai sekarang, aku sudah bekerja dan bisa melanjutkan S1 dengan biaya sendiri.
    Itulah keajaibanku yang tak pernah kusangka-sangka ....
    So, selalu optimis ....

    ReplyDelete
  10. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  11. Nama : M. Sulhan Habibi
    Twitter / FB : @SulhanHabibi / Sulhan Habibi
    Domisili : Maros, Sulawesi Selatan
    Link Share : https://twitter.com/SulhanHabibi/status/685435445883187200

    Keajaiban dalam hidupku? Ini dia...

    Sebenarnya setiap hari dalam hidup ini adalah keajaiban. Tapi, sering kali aku melupakan hal itu, lupa untuk bersyukur, malah terkadang mengeluh.

    Kalau ada bagian dari hidup yang aku jalani yang bisa dianggap suatu keajaiban, hal itu adalah ketika putri kecilku mulai hadir di dunia ini (istriku hamil) sampai sekarang dia berumur 1,5 tahun dan akan terasa seperti keajaiban setiap hari sampai dia dewasa kelak.

    Sejak menikah sampai sekarang, aku menjalani LDM (Long Distance Marriage) dengan istriku. Kami terpaksa berjauhan. Istriku ngekost dan tinggal sendiri, karena aku kerja di luar kota (beda pulau), begitu pula aku juga ngekost karena memang belum memiliki rumah sendiri. Libur lebaran tahun 2013, kami berusaha mencari rumah untuk keluarga kecil kami. Alhamdulillah, hari terakhir sebelum balik ke kota tempat kerja, kami mendapatkan info rumah yang sedang dijual, pemiliknya sedang butuh duit, rumahnya cukup luas, komplek nyaman dan harga tergolong cukup murah. Kebetulan begitu rumah itu mantap kami beli, akhirnya istriku hamil dan diketahui calon anakku berjenis kelamin perempuan (setelah menunggu setahun lebih). Aku lega dan bersyukur saat istriku hamil kami sudah memiliki rumah dan istriku tidak tinggal sendiri. Setiap orang yang menanyakan tentang harga rumah kami, semua orang mengatakan betapa beruntungnya kami mendapatkan rumah seluas itu dengan harga yang murah. Kami Cuma bias bersyukur.

    Selama kehamilan, begitu banyak rezeki yang kami peroleh. Anakku sungguh memiliki rezeki sendiri. Setiap ada kebutuhan mendesak, pasti saat itu ada dana yang datang sampai anakku lahir. Bahkan sampai sekarang, rezeki itu selalu mengalir dan insya Allah berkah. Anakku tumbuh sehat, jarang sakit. Istriku pun begitu pula. Rasanya kebahagiaan kami semakin bertambah dan rasa cinta kami semakin bertambah setiap hari.

    Putriku, keluarga kecilku adalah keajaiban terindah yang pernah aku dapatkan sampai saat ini. Melihat pertumbuhannya setiap hari dan hal-hal baru darinya sungguh luar biasa dan tak henti-hentinya takjub. Tidak pernah aku merasa begitu bahagia seperti yang aku rasakan sebelumnya. AKu mengetahui arti menjadi orang tua, mencintai dan menaruh hormat dan bakti kepada orang ttuaku. Aku memiliki keluarga kecil – harta dan keajaiban yang aku miliki yang sangat berharga. Dan aku akan terus melindungi keajaiban tersebut selamanya.

    --

    Mungkin keajaiban yang aku tuliskan berbeda dengan keajaiban dalam buku Dijual : Keajaiban ini.

    Tapi, melihat buku ini adalah kumpulan karya para penulis hebat dan kondang Asia, aku sungguh ingin membaca buku ini. Semoga keajaiban terjadi sehingga aku memenangkan giveaway ini. Aaamiin…

    Terima kasih…

    ReplyDelete
  12. SITI ZAKIYAH
    KEDIRI
    Twitter/fb: @kizahgiirl/ Siti Zakiyah(https://web.facebook.com/?q=#/zack.kiyah)

    Keajaiban dalam hidup, jika diminta memilih satu dan menceritakan secara singkat, entah bagaimana caranya. Apakah keajaiban itu langka dan sekejap saja terjadinya?

    Aku memilih satu benda yang akan mewakili berbagai keajaiban dalam hidupku. Benda yang tampaknya sederhana tapi menurutku itu ajaib dan filosofinya luas. “CERMIN” iya cermin. Aku kira benda ini ajaib. Aku bisa melihat diriku sendiri, semua tampak dari ujung kepala sampai ujung kaki. Memang tampak sederhana tapi bukankah itu luar biasa? Dengan cermin aku bisa hidup panjang, bagaimana tidak? Saat aku frustasi, setres, banyak masalah, sendiri, lelah dan sedih apa yang akan aku lakukan jika tidak ada cermin? Bisa saja aku lenyap dalam hitungan detik dari dunia ini. Apakah ini lebhay? Aku rasa tidak. Saat aku sangat bahagia terlampau bahagia jatuh cinta, mendapat beasiswa, dipuji teman tetangga, jadi juara karate, berprestasi pula, apa yang akan aku lakukan jika tidak ada cermin? Bisa saja aku sombong, berbangga diri, kufur nikmat, merasa paling hebat, dan berbagai kemungkinan lainnya. Apakah ini lebhay? Aku rasa tidak. Lewat cermin aku bisa melihat seperti apa wujudku, menyadari seperti apa aku, mengenali diriku, kondisiku, lebih bersyukur, lebih peka. Yang terpenting adalah aku dapat “melihat & menyadari” setiap yang terjadi dalam kehidupanku.

    kepanjangan ya, muluk-muluk pula :p hehehe

    ReplyDelete
  13. Nama: Ali Aridho
    Domisili: Jakarta
    Fb: Ali Ridho
    Twitter: Ridho_kdl
    Berbicara keajaiban dalam hidup memang tak aka ada ujungnya. Teramat banyak keajaiban hidup yang telah mencerahkan hidupku dan membuatku selalu semangat dalam beraktifitas.
    Bagiku, keajaiban hidup terbesar adalah ketika aku berhasil lulus ujian untuk masuk perguruan tinggi di luar negeri. Mungkin, sebelumnya tak sedikit pun terlintas dalam benak kalau aku bakal lulus dan diterima. Karena, aku tahu, untuk masuk ke perguruan tersebut harus melewati seleksi yang begitu ketat. Tapi, nasib berkata lain. Ada tangan-tangan tuhan yang membantuku dalam proses tes tersebut sehingga aku bisa lulus. Sungguh, ini adalah keajaiban yang tak kuduga. Terima kasih Tuhan.

    ReplyDelete
  14. Nama : Kitty
    Akun Twitter : @womomfey
    Kota tinggal: Jakarta
    Link share : https://twitter.com/WoMomFey/status/685603804843126784

    Ceritakan pengalamanmu secara singkat tentang sesuatu yang kamu anggap sebagai keajaiban dalam hidup.
    Jawaban :
    Salah satu keajaiban yang terjadi dalam kehidupanku adalah ketika aku akhirnya dapat menjalani kehamilan dan persalinan dengan metode gentle birth. Ketika dunia dewasa ini memandang sebuah persalinan adalah sebuah proses menyakitkan dan perjuangan antar hidup dan mati yang kerap menjadi momok bagi para wanita hamil, aku justru mampu menjalani kehamilanku dengan sangat tenang dan penuh semangat. Hal ini didasari dengan kesadaran bahwa hamil dan bersalin itu adalah proses alamiah dan takdir yang memang akan dialami seorang perempuan. Sejak awal kehamilan aku sudah mempersiapkan diri dengan pikiran-pikiran positif dan membekali diri dengan berbagai bacaan menyenangkan dan pengalaman positif mengenai kehamilan dan persalinan itu sendiri.
    Ketika tiba saatnya HPLku dan bayi dalam rahimku belum menunjukkan tanda-tanda ingin segera keluar melihat dunia, dokter kandunganku memutuskan agar bayiku segera dilahirkan. Dengan pikiran positif dan bekal selama kehamilan, aku memilih pulang ke rumahku tanpa mengikuti anjuran sang Dokter Kandungan. Aku dan suamiku memutuskan untuk mempersiapkan diri untuk sebuah proses kehamilan alami yang memang sejak lama kami inginkan: sebuah proses persalinan alami dengan metode water birth dan lotus birth di rumahku sendiri!
    Dibantu bidan dan didampingi suamiku, aku sangat menikmati proses persalinan yang terjadi di dalam kamarku sendiri. Suasananya terbangun sangat kondusif sesuai dengan harapanku. Bahkan saking rileksnya, aku sempat merasa sangat mengantuk di dalam kolam (hehehe). Setelah akhirnya bayiku meluncur mulus ke dalam kolam, aku pun mendekapnya sembari berpindah ke atas ranjangku. Sembari proses IMD, bidan membantu mengeluarkan plasenta dan ari-ari yang masih terhubung dengan tali pusar bayi yang sedang menyusu di dadaku. Setelah ari-ari tersebut keluar dan dibersihkan, kami pun tidak langsung memotong tali pusarnya dan membiarkannya puput sendiri di hari ke-7.
    Pengalaman tersebut merupakan keajaiban terbesar dalam hidupku. Bagaimana sebuah penantian panjang dan pikiran positif mampu menghadirkan pengalaman yang luar biasa bagiku saat menjalani proses persalinan yang alami.

    ReplyDelete
  15. Nama : Aditya Septiawan
    Domisili : Boyolali
    Twitter : @aditseptiawan_

    Keajaiban dalam hidup saya adalah ketika saya lolos tes seleksi Perguruan Tinggi Negeri.
    Saya adalah lulusan Sekolah Menengah Kejuruan yang sejatinya tidak difokuskan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Saya sendiri juga awalnya anti dengan pendidikan tinggi. Tetapi banyak teman-teman saya yang mencoba ikut tes seleksi masuk perguruan tinggi. Rasa penasaran saya pun mulai muncul, saya mulai bertanya kepada beberapa teman saya. Pikiran saya mulai terbuka, dan ada niat untuk ikut mencoba. Meski begitu, saya merasa sangat pesimis bisa diterima mengingat jurusan yg saya pilih memiliki daya saing paling tinggi di universitas tersebut. Akhirnya saya ikut mendaftar.
    Pengumuman seleksi nasional (SNMPTN) ternyata saya belum masuk, bahkan dari semua teman saya yg mendaftar hanya satu orang saja yang lolos itupun di jurusan yg tergolong tidak terlalu padat persaingannya. Saya merasa ini wajar karena memang saingan kita lebih banyak dari SMA yang sudah ditempa untuk mengikuti seleksi ini. Seleksi bersama (SBMPTN) saya ikut mendaftar lagi, dengan pilihan yg sama. Hasilnya juga masih belum memihak saya. Namun, dari seleksi kali ini teman saya yg lolos justru semakin banyak, bahkan dari jurusan yang persaingannya sulit. Saya memutuskan untuk mencari pekerjaan untuk sementara waktu sampai seleksi berikutnya.
    Saya diterima bekerja di sebuah toko. Disitu saya bertemu dengan teman-teman baru saya yg mayoritas umurnya lebih tua dari saya. Disinilah klimaks dalam hidup saya, saya mulai nyaman menikmati pekerjaan, sementara saya masih ingin mendaftar kuliah.
    Orang-orang di sekitar saya memberikan tanggapan yg bervariasi. Orang tua saya berharap saya kuliah yg penting di perguruan tinggi negeri. Tetapi orang tua saya tidak melarang saya untuk bekerja. Teman-teman di tempat saya bekerja juga berharap saya diterima kuliah.
    Saya pun akhirnya mendaftar dengan jurusan yang berbeda, mengingat seleksi kali ini kuotanya lebih sedikit. Saya awalnya pesimis, karena kondisi saya memang sedang tidak bisa fokus, karena ada tekanan dari beberapa teman saya di tempat kerja agar saya tidak nyaman di tempat kerja. Mungkin itu cara mereka agar saya mulai berpikir untuk kuliah, dan agar saya merasa kalau bekerja itu tidak nyaman.
    Beberapa hari setelah tes, saya meminta cuti dan diperbolehkan. Saya memanfaatkannya untuk bertemu teman-teman saya yg sudah diterima duluan. Tanpa saya sadari ternyata hari itu juga adalah pengumuman tes seleksi mandiri (UMB). Saya semakin deg-degan, tak berani menatap layar laptop saya. Saya masih bersama teman-teman saya. Saya mendapat kbar bahwa beberapa teman saya lolos tes, saya semakin optimis. Saya mulai memberanikan diri untuk membuka website, lalu memasukkan nomor pendaftaran saya. Dan hasilnya, alhamdulillah saya lolos meskipun di pilihan terakhir dan jurusan yang tak pernah saya pilih sebelumnya.
    Teman-teman saya pun memberikan ucapan selamat. Saya pun berpamitan dengan teman-teman saya di tempat kerja dan juga bos. Mereka semua menyambut baik dan tak lupa mengucapkan selamat serta terima kasih.

    :D

    ReplyDelete
  16. Nama: Hanifatul Hijriati
    Domisili : Sragen
    Akun twitter/fb :@SetyawanHani/https://www.facebook.com/hanifatul.hijriati

    Keajaiban dalam hidup saya adalah ketika sesuatu tak terduga terjadi begitu saja dan diluar prediksi saya. Sesungguhnya terlalu banyak keajaiban yang terjadi dalam hidup saya. Tetapi ada satu keajaiban besar yang terjadi pada saya dan mengubah hidup saya. Yaitu saya menikah. Mungkin ini bukan hal yang mengejutkan atau aneh untuk orang lain, tapi bagi saya ini begitu ajaib. Ajaib karena saya akhirnya menikah dengan orang yang tidak saya duga sebelumnya, yaitu teman saya sendiri. Sebelum saya memutuskan menikah, saya baru saja putus hubungan berkali-kali. Sampai saya pikir saya tidak akan menikah dalam waktu dekat karena saya baru saja mengalami putus cinta dengan akhir yang menyedihkan, saya ditinggal nikah. Baru hitungan hari saya menjadi sendiri lagi, tiba-tiba teman laki-laki saya, yang sekarang jadi suami saya, menyatakan keinginannya melamar saya dan menikah dengan saya. Tentu saja saya sangat terkejut, bagaimana ia berpikiran mau menjadikan saya istrinya? Padahal, jika saya pikir-pikir, kami berdua jika sedang di forum seringnya beradu argumen tidak jarang kita saling berbantah-bantahan. Dan yang lucu, saya sempat berkata kalau saya ogah deh punya suami model kayak dia. Akan tetapi Tuhan ternyata punya ketetapan lain. Saya menerima lamarannya walaupun saat itu saya tidak tahu alasan yang tepat untuk menerimanya. Saya hanya mengikuti insting yang mengatakan pada saya 'terima saja'.
    Saya mengikuti insting saya yang saya anggap sebagai kata hati. Jika seorang laki-laki itu baik dan bertanggung jawab, ia tidak akan menjanjikan cinta tapi kepastian dan itu adalah komitmen. Begitulah kiranya hati saya mendorong saya untuk menerimanya.
    Pernikahan saya ternyata membuat sebagian teman kantor terkejut begitu juga teman-temannya yang mengenal saya. Bagaimana dua orang yang sering beradu argumen bahkan berbantah-bantahan sekarang jadi suami istri?. Kadang saya suka senyum-senyum sendiri begitu juga suami saya. Dan kami kompak menjawab,"Ini adalah kejaiaban".
    Sekarang usia pernikahan saya sudah hampir empat tahun dan saya sudah mmeiliki dua orang buah hati yang lucu-lucu. Dan pernikahan ini tentunya juga telah mengubah hidup saya. Berpasangan dengan orang yang banyak mmeiliki perbedaan tidaklah mudah. Jelas mengubah hidup saya untuk bisa lebih bersabar dan juga membuat pasangan mengerti perbedaan bukan lagi untuk diperdebatkan namun disandingkan untuk melengkapi dan menjadi warna yang semakin bercorak.

    ReplyDelete
  17. Nama : Fatoni Prabowo Habibi
    Kota Domisili : Kota Pekalongan, Jawa Tengah
    Akun Twitter : @fathisme009

    Keajaiban yang seringkali saya peroleh ada banyak, diantaranya saat pulang hampir dipastikan baru hujan, meski mendung membayangi ditengah perjalanan pulang ke rumah, kemudian setiap membutuhkan uang pasti ada saja pekerjaan yang datang, misalnya baru-baru ini ada kebutuhan untuk membiayai SPP Kuliah dan hari ini mendapat telepon dari teman untuk melakukan survei sebuah produk, tentunya hasilnya dapat membiayai SPP. Dan yang paling tidak terduga adalah ketika saya mengikuti perlombaan Menulis Resensi 2015 yang lalu, saat itu saya melewati tenggat pengumpulan karena berbagai kesibukan organisasi. Namun, saat saya telah selesai saya berusaha mengabarkan ke pihak panitia, bagaimana dengan Resensi yang terlambat apakah masih bisa diterima? Ternyata tidak, dan sebaiknya mengembalikan saja buku yang akan di Resensi. Tak diduga, esoknya panitia sms saya yang isinya, silakan nama berikut yang sudah maupun belum selesai bisa mengumpulkan Resensi dan mengembalikan buku. Beberapa minggu menunggu hasil, saya hanya bisa pasrah. Kemudian, sehari sebelum hari yang ditentukan panitia sms untuk menghadiri pengambilan hadiah lomba. Tak dinyana saya memperoleh Juara 2, padahal tidak main-main juri lomba adalah kebanyakan profesor dan peserta pun begitu banyak. Saya bersyukur begitu beruntung. Terimakasih.

    ReplyDelete
  18. Nama: Aya Murning
    Facebook: Aya Murning
    Twitter: @murniaya
    Kota: Palembang

    Pengalaman keajaiban terbesar di hidupku adalah sepanjang hidupku sendiri sejak brojol hingga detik ini. Aku yang bisa terbentuk dari embrio menjadi janin dan hidup sebagai manusia. Aku yang tumbuh dari bayi unyil sampai bisa segede sekarang. Aku yang awalnya tidak bisa apa-apa, tidak tahu apa-apa. Tapi sekarang aku bisa melakukan apa pun yang aku mau dan menjalani segala sesuatunya berdasarkan ilmu yang aku punya.

    Kalau ditanya soal keajaiban, aku akan sependapat dengan lirik lagunya Maher Zain berjudul Open You Eyes:

    When a baby's born
    So helpless and weak
    And you're watching him growing
    So why deny
    What's in front of your eyes
    The biggest miracle of life

    :) (f)

    ReplyDelete
  19. nama: Ten
    twitter: @ten_alten
    domisili: Yogyakarta

    keajaiban yang paling ajaib dari semua keajaiban yang pernah kualami itu, ketika ibuku ketika hamil aku, pecah air ketuban hari rabu dan baru melahirkanku pada hari jumat (terpaksa) dan dengan berat badanku yang hanya 2kg dalam kondisi prematur -+7bulan.. dan aku sehat hingga sekarang. love mom. :) :) :) (f)


    ReplyDelete
  20. Rokhimah Sudarmi Ningsih
    Surakarta
    Fb: Rochimah
    Twit: @rochimahfauzi


    Keajaiban adalah sebuah keajaiban, iya, hanya itu.. Namun perbedaan persepsi orang yang membuat keajaiban bermakna lebih, memiliki hidup ini misalnya :)

    ReplyDelete
  21. Nama : Agatha Vonilia Marcellina
    Domisili : Jember
    Twitter : @Agatha_AVM

    Keajaiban dalam hidupku adalah aku diberi kesempatan untuk hidup dalam rahim mama selama 9 bulan dan dapat merasakan kehidupan di dunia ini, terciptanya alam semesta beserta kehidupannya juga merupakan suatu keajaiban.

    ReplyDelete
  22. Nama : Nova Indah Putri Lubis
    Domisili : Medan
    Twitter : @n0v4ip
    Link Share : https://twitter.com/n0v4ip/status/686135763721830400

    Sesuatu yang saya anggap sebagai keajaiban dalam hidup saya adalah ketika ibu kandung saya yang dinyatakan koma dan bahkan
    dokter sendiri sudah angkat tangan menanganinya dan meminta kami untuk mengikhlaskannya saat itu, tiba-tiba sadar. Beliau tiba-tiba mengelus kepala saya yang saat itu sedang berada disampingnya benar-benar membuat saya kaget. Seketika itu juga saya berteriak keluar dan memanggil dokter. Dan saat itu juga semua keluarga yang masih ada di ruang tunggu seketika bersorak kegirangan seperti supporter bola. Itu adalah keajaiban yang luar biasa yang diberikan Tuhan kepada saya dan keluarga... :')

    Terima Kasih kak ^^

    ReplyDelete

meninggalkan komentar lebih baik daripada meninggalkan pacar. hehehe...