Teluk Love (dok. pribadi, diambil tahun 2015) “Ternyata, sampai hari ini saya masih waras. Saya rindu pantai. Tapi, pantai tidak perlu jadi rumah saya. Rumah adalah tempat di mana say…
Popular
-
KBA Kemuning: Bersama Astra Merajut Harapan di Tengah Belantara HutanBoko, 1755 Sarijan memacu kudanya kencang, meninggalkan kampung Boko. Si kuda terus berlari tak …
-
Bekerja Hingga Kumpul Keluarga, Kipas Angin Jadi Teman SetiaSeperti ibu rumah tangga pada umumnya, aku memulai hari dengan bangun tidur, beribadah, menyiapkan …
-
Bahagia Bersama Air Asia, Diantar Menjemput Mimpi ke IndiaSaya meraih sebuah buku dari rak di bagian traveling . Judulnya Unforgettable India , tentang…
-
Menikmati Sore di Kawasan Cagar Budaya KotagedeGerimis turun ketika saya baru akan keluar dari Masjid Perak Kotegede sore itu. Hanya sebenta…
-
Catatan UWRF 2018: Pertemuan, Percakapan, dan Cerita yang Dibacakan“Titik Nol”, judul buku itu. Saya lupa kapan pertama kali mengenal buku perjalanan ini. Tapi yang…
Blog Archive
Followers
LATEST POSTS
-
Seperti ibu rumah tangga pada umumnya, aku memulai hari dengan bangun tidur, beribadah, menyiapkan sarapan, nyuapin dan mandiin anak, ajak a...
-
“Titik Nol”, judul buku itu. Saya lupa kapan pertama kali mengenal buku perjalanan ini. Tapi yang jelas, buku ini turut merawat mimpi saya...
-
Saya meraih sebuah buku dari rak di bagian traveling . Judulnya Unforgettable India , tentang cerita perjalanan ke India. Melihat nama...
-
Neka Art Museum pagi itu, Kamis 25 Oktober 2018, penuh orang-orang yang menunggu. Hampir semua kursi telah terisi. Menyisakan satu dua ku...
-
Boko, 1755 Sarijan memacu kudanya kencang, meninggalkan kampung Boko. Si kuda terus berlari tak tentu arah, menghindari kejaran pasukan B...