-->

Lebih dari Seabad Bank BRI, Tumbuh dan Berkembang Menjadi Kebanggaan Negeri


Jika ditanya bank apa yang pertama kali saya tahu, tentu jawabannya adalah Bank BRI. Saya lahir dan besar di sebuah kampung kecil di ujung barat Kabupaten Jember. Dengan jarak sekitar 30 km dari kota kabupaten, lingkungan saya jauh dari fasilitas perkotaan. Saat itu, satu-satunya bank yang menjangkau kampung saya adalah Bank BRI, yang letaknya tidak jauh dari pasar.

Sebagai anak kecil, saya beranggapan bahwa orang-orang yang ke bank hanyalah mereka yang memiliki banyak uang. Apalagi menjelang Lebaran, Bank BRI di kampung saya pasti penuh dengan antrean panjang. Pikir saya, pasti mereka akan mengambil tabungan untuk persiapan Lebaran. Saat itu saya hanya bisa menyimpan keinginan agar suatu saat dapat menjadi bagian dari Bank BRI.

Bertahun kemudian, keinginan itu pun terwujud. Bahkan saya tidak hanya menjadi nasabah Bank BRI, tetapi juga bagian dari investor. Meski hanya beberapa lot saham yang saya miliki, tetapi ada rasa bangga ketika saya    menjadi bagian dari bank terbaik yang telah mengukir sejarah di negeri ini.
  
Sejarah Panjang yang Membanggakan

Cikal bakal berdirinya BRI
(FOTO/Wikicommon diakses melalui tirto.id)

Bank Rakyat Indonesia (BRI) merupakan salah satu bank terkemuka di Indonesia yang memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak zaman kolonial Belanda hingga menjadi salah satu pilar utama dalam dunia perbankan di negara ini. BRI telah berumur lebih dari seabad. Sejarah panjangnya dimulai pada masa pemerintahan kolonial Belanda. Bank ini didirikan di Purwokerto oleh Raden Aria Wiriatmaja dengan nama De Poerwokertosche Hulpen Spaarbank der Indlandsche Hoofden. Awalnya, BRI merupakan lembaga pengelola dana kas masjid untuk disalurkan kepada masyarakat. 

Pada 16 Desember 1895, lembaga ini secara resmi dibentuk menjadi Hulpen Spaarbank der Indlandsche Bestuurs Ambtenareen yang kemudian dikenal sebagai “Bank Perkreditan Rakyat” pertama di Indonesia dengan visi misi membantu petani kecil dalam mengakses layanan keuangan. Seiring waktu, nama Bank Perkreditan Rakyat mengalami perubahan beberapa kali. Hingga pada 22 Februari 1946, Pemerintah Indonesia mengubah lembaga ini menjadi Bank Rakjat Indonesia (BRI). Perubahan ini berdasarkan Peraturan Pemerintah No.1 tahun 1946. Pergantian nama ini juga melambangkan visi yang lebih luas. Fokus layanannya tidak hanya pada wilayah Purwokerto tetapi untuk seluruh rakyat Indonesia.

BRI merupakan bank pertama yang dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia. Pada masa Orde Baru, BRI diberi peran strategis sebagai bank yang mendukung pembangunan ekonomi, khususnya dalam melayani sektor usaha kecil, menengah, dan petani serta pelaku ekonomi rakyat.

Seiring waktu, BRI terus berkembang menjadi bank yang menjangkau berbagai wilayah. Beragam layanan ditawarkan sesuai dengan visinya untuk menjadi bank yang fokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat Indonesia, terutama mereka yang berada di wilayah pedesaan. Dalam beberapa tahun terakhir, BRI terus melakukan inovasi dalam layanan perbankan, seperti pengembangan aplikasi perbankan digital, integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam layanan pelanggan, dan penerapan teknologi blockchain untuk meningkatkan keamanan transaksi.

Jika menilik pada sejarah berdirinya, BRI merupakan bentuk evolusi dan transformasi perbankan di Indonesia. Dari sebuah bank lokal di Purwokerto hingga menjadi salah satu bank terbesar di Indonesia, BRI terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung perekonomian rakyat serta membangun masa depan yang lebih baik bagi negeri ini.

BRI Pahlawan UMKM Berperan Strategis dalam Pengembangan Ekonomi


Seiring perkembangannya dari waktu ke waktu, BRI memiliki peran yang makin terlihat signifikan dalam menggerakkan roda perekonomian. BRI tidak hanya memberikan layanan keuangan kepada individu dan pelaku usaha kecil, tetapi juga turut serta dalam mendukung pertumbuhan sektor-sektor vital seperti pertanian, peternakan, perikanan, dan industri kecil menengah.

Salah satu inisiatif terbesar yang dilakukan oleh BRI adalah program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Program ini telah memberikan akses pendanaan kepada jutaan pelaku usaha kecil di seluruh Indonesia sehingga memungkinkan mereka untuk mengembangkan usaha dan menciptakan lapangan kerja baru.

Melalui KUR, BRI memberikan dana pinjaman dengan bunga yang rendah kepada pelaku usaha kecil dan menengah. Dana ini dapat digunakan untuk modal usaha, pembelian peralatan, pengembangan produk, dan ekspansi usaha. Dukungan ini mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah, yang pada gilirannya juga menciptakan lapangan kerja baru.

UMKM sendiri memiliki perat yang sangat penting bagi perekonomian Indonesia dalam memberi kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sebesar lebih dari 60% atau sekitar Rp8.573 triliun per tahun. Karena itu, bisa dikatakan bahwa UMKM merupakan tulang punggung ekonomi. Dengan adanya akses pendanaan melalui KUR dari BRI, UMKM makin berkembang dan roda ekonomi terus berputar.

Akses pendanaan dari BRI benar-benar membantu para perintis usaha yang memulai semua dari nol. Program ini telah membuka akses keuangan yang lebih mudah bagi para pelaku usaha kecil yang sebelumnya sulit untuk mendapatkan pinjaman dari bank-bank konvensional. Dengan proses yang lebih sederhana dan syarat yang lebih fleksibel, KUR dari BRI memberikan kesempatan kepada UMKM untuk mendapatkan dana yang diperlukan guna mengembangkan usahanya.

Selama periode 2015 hingga Desember 2022, KUR yang disalurkan oleh BRI mencapai Rp909 triliun. Jumlah tersebut disalurkan kepada 35 juta nasabah. Salah satu nasabah yang menerima manfaat KUR dari BRI adalah suami saya. Sejak 2019, ia mulai merintis usaha bakso tusuk. Dengan menyewa sebuah kios kecil di Sleman, kedai bakso tusuk itu mulai beroperasi. Meski usahanya belum besar, paling tidak kedai tersebut sudah membuka sedikit lapangan pekerjaan untuk mahasiswa yang membutuhan kerja part-time, apalagi saat pandemi banyak orang yang kehilangan pekerjaan.

Pada masa sulit tersebut, suami saya berusaha sebisa mungkin untuk mempertahankan kedai bakso tusuk yang bahkan belum lama berdiri. Omzet jelas menurun, daya beli masyarakat juga melemah. Beruntung saat itu ada restrukturasi sehingga setoran pokok KUR bisa ditangguhkan sementara waktu. Nasabah cukup membayar bunga yang terbilang rendah sehingga tidak membebani dan menganggu biaya operasional kedai yang sedang turun omzetnya.

Dalam mendukung pengembangan ekonomi Indonesia, program KUR yang diselenggarakan oleh BRI telah menjadi instrumen penting. Melalui KUR, BRI juga turut memperkuat ekonomi lokal di berbagai daerah untuk bangkit setelah dihantam pandemi. Dengan demikian, KUR BRI juga memiliki peran yang signifikan dan strategis dalam upaya pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.

Transformasi Digital yang Revolusioner
sumber gambar: digital.bri.co.id

Era digital mengubah banyak hal dalam kehidupan kita, termasuk dalam urusan perbankan. Sebagai bank unggulan, BRI berada di garda depan dalam merespons perubahan ini dengan mengadopsi teknologi. Transformasi digital yang dilakukan oleh BRI telah mengubah paradigma layanan perbankan sehingga memungkinkan masyarakat untuk mengakses layanan keuangan dengan lebih mudah melalui platform daring, seperti internet banking, mobile banking, dan aplikasi berbasis smartphone.

Salah satu layanan digital BRI adalah aplikasi BRImo yang menyediakan berbagai layanan perbankan, seperti transfer, top-up, dan pembayaran ke berbagai merchant. Cukup dengan satu aplikasi BRImo, nasabah dapat mengakses beragam layanan perbankan dengan lebih mudah efektif selama terkoneksi dengan internet. Lewat aplikasi ini pula, nasabah bisa melakukan tarik tunai di ATM tanpa menggunakan kartu ATM. Ini memudahkan nasabah jika sewaktu-waktu lupa membawa kartu ATM. Pembayaran lewat QRIS juga bisa dilakukan lewat aplikasi BRImo untuk mendukung transaksi cashless yang lebih praktis.

Belum lama ini, BRI juga melakukan terobosan baru dengan menghadirkan Digital CS untuk mempermudah nasabah mengakses layanan perbankan. Inovasi ini diwujudkan lewat mesin layanan mandiri dengan sembilan fitur utama yang mencakup pembukaan rekening, cetak kartu debit, cetak rekening koran, dan lain-lain. Lewat mesin self-service ini, nasabah tidak perlu mengantre untuk di bank untuk mengakses layanan perbankan.

Keberhasilan digitalisasi BRI dalam menghadirkan layanan finansial digital ini tidak hanya mengubah cara transaksi keuangan, tetapi juga membuka akses lebih luas bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil. Layanan digital yang ditawarkan oleh Bank BRI menunjukkan komitmen mereka dalam menghadirkan solusi perbankan yang praktis, mudah, dan inovatif bagi nasabahnya.

Menjadi Kebanggaan Indonesia sebagai Bank Terbaik dengan Kapitalisasi Pasar dan Laba Terbesar

Selama lebih dari seabad, BRI menunjukkan kinerjanya dalam memberikan layanan perbankan terbaik kepada nasabahnya. Dalam perjalanan panjang tersebut, berbagai prestasi diraih oleh BRI sebagai bentuk apresiasi atas kinerjanya. Apresiasi yang diperoleh BRI tidak hanya berskala nasional, tetapi juga internasional.

Tahun 2023 ini, BRI kembali meraih apresiasi dari media internasional The Banker. Media keuangan dan ekonomi ternama bermarkas di London ini menobatkan BRI sebagai bank terbaik di Indonesia dalam daftar Top 1000 World Banks 2023 yang dipublikasikan pada 5 Juli 2023. Aspek penilaian yang digunakan antara lain dari sisi balance sheet, income statement, dan capital adequacy. 

Sebagai bank terbaik, BRI berhasil mengumpulkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp44,21 triliun pada kuartal III/2023. Capaian ini melonjak sebesar 12,47% dari periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp38,31 triliun. Sementara itu, untuk bank only, laba BRI mencapai Rp39 triliun. Angka ini naik sebesar 4,89% dari posisi yang sama tahun pada sebelumnya. Peningkatan laba ini menunjukkan kinerja keuangan cemerlang dari BRI sehingga layak dinobatkan sebagai bank terbaik.

Dari segi kapitalisasi pasar, BRI termasuk perusahaan dengan nilai trilunan rupiah. Pada penutupan bursa saham 8 Desember 2023 kemarin, saham BBRI ditutup dengan nilai Rp5375/lot. Dengan harga saham tersebut, kapitalisasi pasar BRI mencapai 806.48 triliun rupiah. Kapitalisasi pasar superjumbo ini menunjukkan bahwa saham BRI cenderung bergerak naik sejak pertama IPO (Initial Public Offering) atau penawaran umum perdana pada 10 November 2003.

Saat pertama kali melantai di pasar saham, harga saham BBRI dibuka dengan harga Rp875/lot. Jika melihat harga saham BBRI pada penutupan pasar 8 Desember 2023, artinya saham Perusahaan ini telah naik lebih dari 60% dari harga awal saat IPO. "Apa yang ditunjukkan BRI jadi contoh bagaimana BUMN kita membuktikan mampu mencatatkan kinerja bisnis perusahaan yang baik, pelayanan publik yang maksimal, sekaligus menjadi motor dalam mendorong tumbuhnya UMKM," ujar Menteri BUMN Erick Thohir sebagaimana dilansir dari bisnis.com 

sumber: dok. pribadi

Di pasar modal, saham BBRI memang termasuk primadona yang menjadi favorit para investor dan masuk dalam jajaran saham bluechip. Kinerja perusahaan yang baik membuat para investor tidak ragu menjadi bagian dari pemegang saham BBRI. Begitu juga dengan saya saat mulai belajar investasi saham sejak 2021 lalu. Sebagai pemula, saya sangat berhati-hati memilih saham untuk investasi. Salah satu saham yang saya beli saat pertama kali berinvestasi adalah BBRI.

Meski hanya memiliki beberapa lot saham, namun saya bangga menjadi bagian dari bank terbaik di negeri ini. Bahkan saat pertama kali menerima dividen dari BRI, saya sangat bahagia walaupun nominalnya tidak seberapa. Apalagi saat menerima undangan RUPS, rasanya saya benar-benar diakui sebagai bagian dari investor BRI. Melihat kinerja BRI yang makin meningkat, saya pun makin percaya untuk terus menjadi bagian dari BUMN ini.


Kesimpulan
Bank Rakyat Indonesia merupakan cerminan komitmen untuk membawa perubahan positif bagi masyarakat. Dengan perkembangan yang signifikan, BRI berdiri kokoh sebagai bagian integral dari pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Seabad lebih perjalanan BRI untuk Indonesia bukan hanya tentang pertumbuhan finansial, tetapi juga tentang dedikasi yang tak henti dalam melayani dan memberdayakan jutaan orang di seluruh penjuru negeri. BRI bukan sekadar lembaga keuangan; ia adalah tonggak kemajuan yang menjadi kebanggaan negeri.
 
 
Referensi:
Ayun
Menulis buku Unforgettable India dan mengedit banyak buku lainnya.

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter