Aroma dupa menguar tajam menusuk indera penciuman. Asapnya meliuk di antara para abdi dalem yang berkumpul di pelataran kompleks Makam Raja-Raja Mataram, Kotagede. Wajah-wajah mereka cerah, ramah, …
Suatu sore di bulan September 2008, saya menunggu hujan reda sambil menghangatkan diri dengan semangkuk bakso. Hawa dingin di sekitar Gunung Bromo tak cukup ditahan hanya dengan jaket, kupluk, da…
Selamat sore, Pak, apa kabar? Aku tahu, engkau pasti lelah setelah seharian mengurus ternak. Saat membaca tulisan ini, pasti kau sedang mengisap kretek ditemani secangkir kopi buatan Ibu. Betul, ka…
Siang itu, di Masjid Gede Kauman, saya yang baru saja selesai shalat Zhuhur sedang duduk di beranda masjid ketika seorang ibu paruh baya menghampiri saya. Dengan bahasa Melayu, dia menanyakan di ma…
Cokelat Makaryo Beberapa stan berjajar di halaman Dinas Koperasi UKM DI Yogyakarta. Ada cilok, maca-macam keripik, minuman tradisional, kopi, cokelat, batik, tas, hingga sepatu rajut, dan mas…
Boko, 1755 Sarijan memacu kudanya kencang, meninggalkan kampung Boko. Si kuda terus berlari tak tentu arah, menghindari kejaran pasukan Belanda. Hutan lebat nan gelap ditembusnya, hingga sampailah…