Di Batoer Hill Resort and Resto; Menerbangkan Lampion, Menerbangkan Impian


doc. pribadi
“Minggu kemarin aku naik-naik bom-bom car di mall,” seorang teman bercerita.
Tak mau kalah, teman yang lain menyambung, “Kalau aku diajak ke pantai. Ada perahu dan ombak besar di sana.”
Sementara, gadis kecil itu hanya menjadi pendengar cerita teman-temannya. Ia memang tak pernah kekurangan waktu bermain, tapi jangan tanya cerita berlibur ke tempat wisata bersama keluarga, ia sama sekali tak pernah merasakannya. Liburan adalah bermain di halaman rumah, berlarian pematang di sawah, mandi di sungai, mencari ikan di selokan, memanjat pohon jambu di kebun, atau menonton Sailormoon dan serial kartun lainnya.

***

Sebuah mobil Avanza putih melaju kencang membelah lalu-lintas di Jalan Jogja-Wonosari yang tak begitu padat. Sampai di pertigaan Sambitu, mobil itu berbelok ke kiri, lalu mengikuti sebuah jalan aspal sepi yang melintasi perkampungan. Batoel Hill Resort and Resto di kawasan Desa Wisata Batur menjadi tujuan utama.
doc. pribadi
Sesaat setelah mobil berhenti, ia turun dan mengedarkan pandangan ke sekeliling. Beberapa orang yang merupakan bagian dari #BloggerJogjaJalan2 sedang asyik berfoto dengan latar tulisan “Batoer” yang menjadi landmark resort ini. Beberapa lainnya juga asyik berfoto di atas gardu pandang atau anjungan dengan latar hutan dan ladang penduduk.

Angin sepoi nan sejuk memainkan kerudung merahnya. Ia pun menuruni tangga menuju kolam renang. Di sana, beberapa orang sedang bermain-main dan asyik berfoto. Sementara, seorang bocah berlari kecil menghampiri ibunya di tepi kolam. Ia tersenyum dan membatin, pasti kelak saat bocah itu dewasa, ia akan punya banyak cerita tentang perjalanan bersama ibunya.

Melihat bocah itu, ia teringat seseorang yang terpisah ratusan kilometer dengannya. Ia ingin seperti bocah itu, meski ia tak lagi seorang bocah. Di resort yang total memiliki 12 bungalo ini, ia membayangkan, di salah satu bungalo berdinding kayu tersebut, ia menghabiskan waktu bersama seseorang yang selalu mendoakannya. Ia akan bercerita atau sekadar duduk santai di sofa sambil menonton TV kabel yang merupakan fasilitas di bungalo ini, selain AC dan kamar mandi di dalam.
doc. pribadi


image source: pojokjalan.com

Atau, ia akan berendam di kolam air hangat di atas bukit. Sementara, bintang di langit bertaburan menyemarakkan suasana.

Look at the stars, look how they shine for you…
(Yellow-Coldplay)

Di pagi hari, saat terjaga dari tidur lelap di atas bed ukuran king size yang empuk dan nyaman, ia akan membuka tirai putih yang menutupi jendela. Lahan bertingkat nan hijau menyambutnya. Kabut tipis yang menyelimuti hamparan ladang membuat ia seolah berada di atas awan, meski ia bukan bidadari dari kahyangan.

Pagi memang menjadi salah satu waktu terbaik untuk hunting foto di resort ini. Berenang di pagi hari juga menjadi pilihan asyik untuk merasakan sensasi berenang di atas awan. Tentunya, jangan lupa abadikan momen dengan lensa kamera, bukan hanya dengan lensa mata.
image source: @batoerhillresort
Ia masih berdiri mengamati deretan bungalo di hadapannya, ketika seorang teman memanggil, memintanya untuk segera naik. Buru-buru ia simpan bayangan liburan impian dalam deretan bucket list yang suatu saat akan ia centang.
 
Sambil menyesap teh hangat dan menikmati pisang goreng, kini ia telah duduk manis mendengarkan pemaparan pengelola resort. Pak Win, dari PT. Cipta Wening menjelaskan bahwa dulunya, tanah ini adalah “lahan tidur” yang tak mampu menghasilkan apa pun, baik tanaman keras maupun palawija. Sampai akhirnya, beberapa orang menemukan lahan yang merupakan kas desa tersebut. Lalu, tercetuslah ide untuk membangun sebuah tempat wisata. Terkumpullah enam orang pengusaha yang notabene bukan pengusaha besar, untuk sharing modal guna mewujudkan ide tersebut.

Dengan sistem profit-loss sharing, terciptalah kerja sama antara investor (PT. Cipta Wening) dan pemerintah desa. Jadi, tidak hanya keuntungan (profit) yang dibagi, tetapi juga kerugian (loss). Pihak desa menyerahkan lahan tersebut—bukan menjual—untuk dikelola menjadi tempat wisata. Sedangkan, investor berkomitmen untuk tidak hanya membangun tempat wisata, tetapi juga memberdayakan masyarakat sekitar. Mereka terlibat dan memiliki peran, meski bukan lulusan akademi pariwisata. Sebab, pengelola berkomitmen untuk melatih warga agar memiliki kemampuan untuk turut serta mengembangkan pariwisata di desa mereka.
image source: berkeliling.com
Tidak hanya menjadikan warga desa sebagai tenaga kerja, komitmen investor juga diwujudkan dengan mengambil suplai bahan makanan untuk keperluan restoran dari BUMDES (Badan Usaha Milik Dewasa). Ke depannya, akan disediakan showroom atau galeri untuk memajang hasil kerajinan warga desa berupa topeng kayu.

Tidak cukup dengan semua itu, warga juga dilibatkan dalam pertunjukan seni, baik seni tari, musik tradisional, maupun jathilan, yang ditampilkan pada momen-momen tertentu di Batoer Hill Resort and Resto. Jangan heran bila melihat penari berlengan kekar karena sehari-hari mereka bekerja sebagai tukang batu. 

Sampai di sini, tampak bahwa spirit para investor bukan sekadar memperoleh profit, tetapi juga memberdayakan masyarakat sekitar. Berapa banyak cerita warga di daerah yang memiliki potensi wisata dan menjual tanah mereka kepada investor, lalu beberapa tahun kemudian mereka hanya bisa gigit jari menyaksikan tanah yang dulu milik mereka telah berubah menjadi resort megah, sementara hidup mereka begitu-begitu saja? Dan, Batoer Hill Resort and Resto tidak ingin menambah daftar panjang resort yang menjadi menara gading karena abai dalam pemberdayaan masyarakat. Resort di atas bukit ini tidak hanya megah, tetapi juga membawa berkah bagi warga sekitar.
image source: batoerhillresort.com

Saat ini, Batoer Hill Resort and Resto memang belum selesai dibangun dengan sempurna, tapi tak bisa dipungkiri bahwa tempat ini memang sudah indah dari sananya. Nantinya, resort ini akan dilengkapi dengan berbagai permainan yang dikemas dengan paket wisata, seperti outbond, flying fox dengan keamanan berlapis, ayunan langit, dan lain-lain. Untuk masuk ke kawasan resort, pengunjung cukup membeli voucher—bukan tiket, senilai Rp.25.000 yang dapat digunakan untuk membeli makanan di restoran, berenang, atau sebagai potongan harga kamar.  



***

Hari mulai remang ketika acara bincang-bincang selesai. Langit jingga di ufuk barat perlahan mulai memerah. Semua orang berhambur dari pendopo sembari mengaktifkan kamera, tak ingin melewatkan senja yang merona. Karena letaknya di ketinggian, Batoer Hill Resort and Resto menjadi tempat strategis untuk menikmati senja.
doc. pribadi
Angin sore itu kembali meniupkan dingin, tapi suasana semakin hangat. Ia pun kembali mengisi cangkirnya dengan teh manis hangat, menyesapnya perlahan sambil mengingat seseorang di kejauhan sana. Memang sudah terlambat untuk merangkai kembali cerita perjalanan di masa kecil bersama seseorang itu, sebab waktu tidak mungkin diputar ulang. Tapi, ia masih punya kesempatan untuk menciptakan cerita bersamanya.

Mungkin seseorang itu kini sedang berbalut mukena dan mendoakan agar mimpi-mimpi anak gadisnya segera terwujud.



Petang semakin merambat menyelimuti lereng bukit Batur. Lampu-lampu menyala seperti doa seorang perempuan di kejauhan sana. Tiga orang laki-laki berbeskap biru, berjarit batik, lengkap blangkon tengah memainkan alat musik tradisional. Petikan dawai siter menyatu dengan alunan musik lainnya, menemani acara makan malam.



Untuk soal kuliner, Batoer Resort and Resto menyajikan menu-menu khas yang salah satunya adalah ingkung yang di-branding menjadi ingkung khas Batoer dengan karakter yang tidak terlalu basah alias nyemek. Seporsi ingkung disajikan dengan nasi liwet (nasi gurih), lengkap dengan uborampe berupa tempe garit, gudangan (urap), dan peyek teri.

doc. pri
Begitu mencicipi gudangan, ia sempat tertegun. Biasanya, gudangan di Jogja bercita rasa manis, bahkan sangat manis menurut lidahnya yang sangat Jawa Timur. Tapi, gudangan di sini memiliki paduan rasa yang pas dan gurih, tidak terlalu asin, tidak pula manis. Serta-merta ia ingat urap buatan ibunya di rumah.

Usai makan malam, acara dilanjutkan dengan menerbangkan lampion. Sorak sorai dan tawa mengiringi pelepasan lampion. Di antara temaram lampu, lampion mulai diterbangkan, meski sebagian gagal terbang karena keburu terbakar.
doc. pri
Satu lampion berwarna merah muda berhasil terbang, disusul lampion berwarna hijau, dan entah lampion berwarna apa lagi. Lampion-lampion itu terus terbang seolah mengantarkan harapan dan mimpi-mimpi semua orang kepada Yang Maha Kuasa mewujudkan mimpi.
 

Ada impian para investor. Ada impian warga Desa Batur. Ada impiannya. Ada impian mereka. Dan mungkin… ada impianmu.




Kontak Batoer Hill Resort and Resto
Website: www.batoerhillresort.com
Telepon: 0812-2544-3716
Email: batoerhillresort@gmail.com
Twitter: @BatoerResort
Fanpage: Batoer Hill Resort and Resto
Instagram: @batoerhillresort
Rate: promo: 500 K
normal: 800 K


Share:

32 comments

  1. Mau nginep disini, resortnya kece banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk, berangkat. Wkwkwkk... *packing

      Delete
  2. Mantengin Vlognya buahahhha, kali aja ada wajahku muncul *eh
    Besok kalau ke sini bawa pakaian ganti, buat renang haaaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tampak belakang, Mas. Hihiii... Itu pas di mobil.

      Delete
  3. Avanza putih pasti sopirnya ganteng

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sing ganteng topine om... Asli FKY.. wkwk

      Delete
    2. Ganteng ngetz. Wkwkwkk... iyain aja, biar diajak jalan2 lagi.

      Delete
  4. emezing...
    nyong sih mau klo ada yang ngajak kesitu..

    ReplyDelete
  5. Waaah videonya baguuus. Aku terharu. Jarang ada cewe yg bikin video bagus. Kalau cewe biasanya seluruh durasi wajah dia aja semua wkwkwkk. Pemandangan super indah, video keren, jadi pengin bikin videoklip heheeh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Komen paling bikin ngakak! Hahaha....
      Iya juga ya, foto di tempat wisata kadang juga lebih banyak wajahnya sampe view-nya nggak kelihatan.

      Delete
  6. Buat prewed cantik tuh... #nyari mertua dulu. Eh!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cek toko sebelah, Kak. Lagi diskon. Wkwkwk

      Delete
  7. Ga nginep aja suasananya udah asik.. Jadi penasaran kalau nginep di sana suasananya kaya gimana ya?? Pasti lebih nyuss iki...

    ReplyDelete
  8. Pengen nerbangin lampion tapi belinya dimana ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. gak usah beli, Mas, ke Batoer Hill aja. hehehe

      Delete
  9. Surga yang tersembunyi. Aku mau kesana lagi. ;D

    ReplyDelete
  10. Menarik sekali ya Ayun tempat ini. Seneng ada tujuan lain kalau pas di Bukit Pathuk macet, tinggal melipir ke Batoer Hill.

    ReplyDelete
    Replies
    1. melipir terus berendam di kolam. asyiikkk....

      Delete
  11. Buat pecinta dan pemburu senja, cocok banget ya berkunjung ke Batoer Hill, nggak perlu bersusah payah menatap atau memotret momen senjanya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. pemburu senja dan pemburu kuliner lokal. hehehe

      Delete
  12. aku diajari ngevlog mbak..aku gak bisa ngomong kalau didepan kamera... hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. aku kadang juga take berkali-kali, Mas, kalo ngomong di depan kamera.

      Delete
  13. Replies
    1. apik neh kalo bisa lihat kabut di sini.

      Delete
  14. duh viewnya cakep banget ... sunsetnya itu loh

    ReplyDelete
  15. pengen ke sana lagiii sama keluargaaa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. pengen ke sana lagiii sama pasangan halal. hehehe

      Delete
  16. Liat Vlognya kece abis.. detail infonya.. jadi pengen naik ke sana [lagi]

    ReplyDelete