Selalu Ada Kereta untuk Pulang


Senen, kan? seorang pria paruh baya bertanya kepada petugas sebelum kereta berangkat karena baru terdengar pengumuman agar kami pindah kereta.

Si petugas mengangguk. Berarti benar, kereta ini yang akan membawa saya ke Stasiun Pasar Senen. Tanpa ragu, saya naik bersama penumpang lain.


Hampir setengah jam saya menunggu, tapi kereta tak kunjung melaju. Jam di ponsel menunjukkan pukul 20.25. Saya mulai khawatir karena kereta tujuan Stasiun Lempuyangan, Jogja, akan berangkat jam 22.30.
Sepuluh menit kemudian, kereta mulai melaju pelan-pelan meninggalkan kota hujan. Seiring laju kereta, cemas dan khawatir juga berkelindan di hati saya. Bagaimana tidak? Saat jam sudah menunjukkan pukul 21.30, kereta belum juga sampai di Stasiun Pasar Senen.

Kira-kira sampai Senen jam berapa ya, Mbak? tanya saya pada seorang wanita di samping kanan.

Kurang tahu, saya turun di Manggarai, jawabnya.

Tak lama kemudian, ia beranjak dan turun di Stasiun Manggarai. Lalu kapan sampai di Stasiun Pasar Senen?
Saya semakin cemas saat tahu bahwa ternyata, dari Stasiun Manggarai, kereta ini menuju Stasiun Mampang, lalu Sudirman, dan seterusnya. Berbeda dengan rute Jakarta-Bogor yang melewati Stasiun Jatinegara. Iya, saya memang newbie dalam per-commuterline-an, jadi tak paham rutenya. Namun, saya berusaha tetap berpikir positif. Ah, mungkin sebentar lagi sampai Pasar Senen, jarak beberapa stasiun itu pasti dekat.

Sementara itu, ponsel saya semakin lowbat. Tak ada colokan, power bank-pun kosong (waktu nge-charge tadi pagi ternyata nyolokinnya nggak pas). Terakhir saya lihat jam di ponsel menunjukkan pukul 21.46. Setelah itu, ponsel benar-benar off. Kereta terus melaju namun tak kunjung sampai di Stasiun Pasar Senen. Justru berhenti agak lama di Stasiun Angke. Pada titik inilah saya pasrah. Ikhlas. Saya rela jika harus ketinggalan kereta. Biarlah kursi saya kosong sehingga pemilik kursi di sebelah saya bisa duduk lebih lega.

Entah pada jam berapa, saya mendengar pengumuman bahwa sebentar lagi kereta akan berhenti di Stasiun Senen. Saya dan beberapa penumpang lainnya bersiap turun. Namun, pintu tak kunjung dibuka. Kereta terus melaju selama beberapa menit dan baru berhenti di Stasiun Sentiong. Lho?

“Iya, Mbak, berhenti di Senen nanti setelah keretanya putar balik. Mbak nunggu di sini aja, nanti naik lagi,” kata petugas yang saya tanyai.

Saya pun turun.

“Mau ngejar kereta ke Jawa, Mbak? Naik Gojek aja dari sini,” kata seorang petugas stasiun.
Saya menggeleng, “Enggak kok, Mas. Saya mau ngejar jodoh saya aja.” Gimana mau ngejar kereta kalau sekarang sudah jam 22.50, sedangkan kereta sudah berangkat 20 menit lalu? Sekitar 20 menit kemudian, kereta yang saya tunggu dengan setia datang lagi. Akhirnya, sampai juga saya di Stasiun Pasar Senen.

Dan, di sinilah saya saat ini!





Circle K yang buka 24 jam menjadi pilihan saya untuk nge-charge hp dengan modus beli secangkir kopi. Sambil menunggu hp yang sedang di-charge, saya menulis catatan ini dengan tulisan tangan dan akan mengetiknya nanti di laptop.

Bosan nulis dan otak-atik hp, saya pindah duduk di kursi luar. Beberapa orang juga sedang menunggu pagi. Beberapa lainnya baru saja datang dan dijemput oleh keluarganya.

Ditemani seekor kucing callico bermuka cemong yang asyik makan snack, saya ngobrol dengan seorang perantau yang baru pulang dari Bali.


Begitulah saya melewati malam hingga pagi menyapa. Saya bergegas menuju loket penjualan tiket.

Jam 06.45, kereta Gajah Wong akan membawa saya pulang ke Jogja. Ya, selalu ada kereta untuk pulang. Kali ini, 75% waktu di kereta saya habiskan dengan tidur. Selebihnya untuk ngemil mochi talas khas Bogor dan melamun. Perjalanan kali ini mengajarkan saya untuk merelakan, setia, serta sabar. Dan, satu lagi, dalam setiap perjalanan, kita harus siap dengan berbagai “kejutan” dan “drama” yang menyertainya.



Jakarta-Jogja, 1–2 Oktober 2016




Share:

5 komentar

  1. Tiket keretanya ga hangus mba? Aku kalau jadi mba Ayun, udah panik tuh, apalagi ketinggalan kereta begitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah hangus, Cha. Refund paling lambat 30 menit sebelum keberangkatan. Jadi besoknya aku beli lagi.

      Delete
  2. Kereta oh kereta. Selalu ada drama diantara kita. 😂😂😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. I don't like drama, but drama seems to like me.

      Delete
    2. mb Ayun saya punya penawaran menarik untuk blognya Mb, bisa email ke saya di sintaangria@gmail.com. Saya tunggu ya mb :D

      Delete

meninggalkan komentar lebih baik daripada meninggalkan pacar. hehehe...