Traktiran Buku


“Happy birthday, semoga tercapai semua cita-cita, dilancarkan rezeki dan jodohnya, serta bisa mengunjungi banyak tempat.” Hari ini, saya dihujani dengan ucapan dan doa-doa semacam itu. Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih dan mengaminkan doa-doa indah tersebut. Dan, sebagai ungkapan rasa syukur di hari ulang tahun saya, 11 Januari ini, saya mengadakan #traktiranbuku untuk kalian yang beruntung.

Berhubung saya suka traveling dan berharap semoga tahun ini semakin banyak tempat yang saya kunjungi, maka saya ingin membagikan tiga buku bertema traveling untuk tiga pemenang.
 
Pertama, buku berjudul Hi, Travelers karya George Guling. Lewat buku ini, penulis akan mengajak kalian jalan-jalan ke Vietnam, Singapura, juga mencandai ladyboy di Thailand. Hahaha…. Eh, nggak cuma itu, kearifan lokal suku Badui dan tradisi di Tana Toraja juga diceritakan dengan menarik berdasarkan pengalaman penulisnya. Ada cerita seru, lucu, konyol, dan kocak yang bisa kalian temukan di buku ini. “Melangkahlah sejauh kau mau, lihat dunia. Karena, hanya akan ada satu tempat yang paling kau rindu. Aku menyebutnya rumah.” (George Guling).


Kedua, Backpacker: Indahnya Negeriku karya Derry Nurmansyah. Buku ini merupakan catatan perjalanan seorang anak punk yang berprofesi sebagai web programmer. Tak ingin terkungkung dengan rutinitas di ibu kota, ia melakukan perjalanan secara backpacker, berusaha survive di kota orang, mengenal penduduk setempat, menjelajahi tempat-tempat indah yang jarang terjamah, hingga ia pun kembali ke Jakarta.
 
Ketiga, novel Hamdim Pistim Yandim karya Ayun Qee yang dinobatkan sebagai karya sastra remaja terbaik tahun 2014 oleh Balai Bahasa DI. Yogyakarta. Meski karya fiksi, namun dengan membaca novel ini, kalian serasa diajak jalan-jalan ke Turki, menziarahi sang sufi, Maulana Rumi, melalui tokoh Kimya yang nekat berangkat ke Turki demi mencari Zohal, seseorang yang sama sekali belum ia temui. Begitu sampai di Turki, perjalanan ke tempat-tempat indah membawanya pada kenyataan yang mengejutkan.

 

Cara mengikuti #traktiranbuku:
 
1. Follow blog ini dengan klik join this site dan ikuti langkah-langkahnya. 
2. Share info #traktiranbuku di salah satu akun media sosialmu dan ajak minimal dua orang. 
3. Jawab pertanyaan berikut:

Kalian pasti pernah melakukan perjalanan, kan? Entah perjalanan yang murni jalan-jalan, urusan pekerjaan, mengunjungi teman/saudara/suami/istri/pacar/gebetan, atau sekadar ingin naik bus antarkota, hehehe.... Ceritakan secara singkat perjalananmu yang paling berkesan!


        
4. Jawaban ditulis di kolom komentar dengan menyebutkan nama lengkap, kota domisili, dan salah satu akun media sosialmu.


#traktiranbuku dimulai sejak 11–31 Januari 2016. Pemenang akan diumumkan pada 1 Februari 2016. Buku akan dikirim ke alamat pemenang di seluruh wilayah Indonesia. *free ongkir

Jadi, tunggu apa lagi? Bagikan ceritamu dan dapatkan #traktiranbuku!


Halooo… terima kasih buat kalian semua yang sudah berpartisipasi dalam #TraktiranBuku. Berikut pemenangnya:

1.      Ocha Rosanda
2.      Lalu Muhammad Getar
3.      Asep Dandan

Silakan inbox alamat kalian via FB Qurotul Ayun atau DM ke Twitter @ayunqee. Selamat, ya.

                                                                                     
                                                                                        Salam:
                                                                                       @ayunqee




Share:

18 komentar

  1. Nama: Utami Pratiwi
    Domisili: Yogyakarta
    Twitter: @Haitiwi

    Saya bukan tipe orang yang suka jalan-jalan. Cuma kalau pingin atau kangen aja. Oktober 2015 agak berbeda. Saat teman-teman pingin banget ke Lombok, eh malah saya yang dapat tawaran. Gratis segalanya dan disangoni pula. Perjalanan itu bertajuk Jelajah Negeri Tembakau. Saya melihat proses tembakau dari panen, pengovenan, hingga masuk pabrik. Saya juga mengunjungi sebuah desa yang penduduknya hidup bahkan bisa menyekolahkan anak hingga naik haji dari hasil tembakau. Selain itu, saya main ke pantai Senggigi. Sunsetnya keren banget! Ke bukit Malimbu, bisa melihat barisan gili. Juga ke kampung adat di kaki gunung Rinjani dan main-main ke air terjun. Dari perjalanan itu, saya menjadi tahu bahwa Lombok bukan hanya pantai dan Rinjani.

    ReplyDelete
  2. Nama : Dion Yulianto
    Domisili: Yogya
    Twitter: @dion_yuli4nto

    Saya juga bukan tipe petualang beneran, lebih seringnya sih bertualang lewat kata-kata alias membaca novel fantasi. Tapi, sesekali berusaha jalan-jalan agak lama ke luar kota, dan alhamdulillah sejak 2011 sudah bisa jjs ke Jakarta minimal sekali setahun, itu pun gara-gara embel-embel buku gratisan. Perjalanan paling berkesan adalah ketika saya ke Jakarta tahun 2011 demi menyaksikan Internasional Book Fair yang megah itu di Senayan. Dua event besar yang berkenaan dengan buku yang berlangsung di kota besar ini, tak kuasa memuncakkan kerinduan saya yang sudah hampir dari tiga tahun tidak bertandang ke sana. Dan, ketika berbagai undangan serta ajakan teman-teman hangat di sana terus mengalir dan mengajak saya untuk kembali menyambangi kota seribu kemacetan ini, maka semakin mantaplah saya untuk menyusun rencana dan target untuk datang ke Jakarta pada awal Desember 2011. Indonesia Book Fair, sebuah pameran buku yang konon paling besar di Indonesia, serta Festival Pembaca Indonesia, adalah dua event yang terus terang paling menggerakkan kaki ini untuk berkunjung ke Jakarta. Namun, lebih dari itu, kerinduan untuk bertemu langsung dan menyapa secara live teman-teman yang selama ini hanya bisa saling menyapa dan mencela di FB dan Twitter (hahaha) adalah tujuan utama dari perjalanan ini—tentunya dengan motif-motif silaturahmi yang tidak jauh dari buku juga :p. Saking serunya, saya rangkum saja lewat tulisan di blog ya ngohahaha *dilemparin rak buku baru

    http://dionyulianto.blogspot.co.id/2011/12/jakarta-perjalanan-buku.html

    ReplyDelete
  3. Nama: Wika Agustina
    Domisili: Medan
    Akun twitter: @agstnwika

    Saya suka travelling. Jalan-jalan ke tempat wisata yang menarik terutama di provinsi saya, yaitu Sumatera Utara. Seperti yg kita ketahui semua, Sumatera Utara terkenal dengan tempat wisatanya yang indah, salah satunya adalah Danau Toba. Banyak tempat wisata di sumut yg sudah saya kunjungi, diantaranya adalah Danau Toba, Bukit Lawang, Sibiru-biru, Sibolangit, Berastagi, Pelaruga, dan Pantai Cermin. Setiap tempat yg saya kunjungi selalu memberikan cerita yg menarik. Saat saya ke Danau Toba, memberikan banyak pelajaran ttg kebersamaan karena saat itu saya pergi dengan rombongan teman kampus dalam sebuah acara inagurasi yg diadakan oleh salah satu organisasi di kampus saya. Saya yg baru pertama kali ke danau toba saat itu merasa sangat takjub pada saat melihat indahnya danau toba untuk pertama kali. Kemudian perjalana ke sibiru-biru bersama keluarga besar saya, saat itu kami sedang merayakan indahnya pergantian tahun, berkumpul dengan keluarga di tempat wisata. Saat ke pantai cermin, saya sedikit merasa senang namun juga bercampur sedih karena pada saat itu saya dan teman sekelas saya waktu smp sedang melakukan acara perpisahan. Yg mana hari itu juga menjadi hari terakhir kebersamaan kami secara resmi. Saat kr sibolangit, lagi2 saya mengikuti sebuah acara Latihan Kepemimpinan yg dilaksanakan oleh organisasi yg sama saat saya ikut ke danau toba. Disana saya banyak belajat mengenai apa arti pemimpin yg sesungguhnya. Kami dilatih layak anggota militer saja. Cukup menguras tenaga sekaligus emosi namun pengalaman itu sangat menyenangkan. Saat ke pelaruga, di hari pergantian tahun 2015, saya dan teman2 club motor mengadakan touring. Seumur hidup saya saya ingin sekali ke Pelaruga dan jika diajak lagipun saya tidak akan mau. Karena apa? Karena saya tobat sekali dengan medannya. Menyusuri hutan, menaiki bukit bebatuan, turun dengan anak tangga kayu yg sangat licin dan banyak lagi rintangan yg dihadapi. Namun saat sampai di air terjunnya, rasa lelah itu seketika lenyap. Asli indah banget air terjunnya! Dan terakhir saat saya ke Bukit Lawang. Pertama saya menjelajahi goa kampret, disebut kampret karena banyak kelelawar di dlmnya. Kemudian mengarungi jalanan kecil di tengah hutan menuju air terjun, dan terakhir saya dan teman2 saya bermain arung jeram. Sensasinya luar biasa. Begitu memacu adrenalin. Dan saya ketagihan ingin bermain arung jeram lagi. Namun karena kesibukan di semester akhir ini membuat saya harus menunda niat saya dulu sebentar. Insyaallah jika ada jalan dan rejeki, saya pasti bisa pergi menjelajahi bumi Sumatera Utara kembali :D

    ReplyDelete
  4. perjalanan ke salah satu pantai, hampir kehabisan bensin, untungnya ada yang jual di pantai tersebut.

    nitip, surat-untuk-ann.blogspot.com

    ReplyDelete
  5. Aku mau ngincer buku karyamu aja, mbak :-D :=-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... ditunggu partisipasinya.

      Delete
    2. This comment has been removed by the author.

      Delete
  6. Assalammualaikum mbak ayuuuuuun.... wuaaah lama tak jumpa.... aku ikutan juga ya.. :)
    nama: Rhoshandhayani KT
    domisili: Jember
    fb: ocha.rhoshandhaykt

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada sebuah kisah perjalanan yang masih saya kenang.
      Saat itu, pertengahan ramadhan 2015, kami nekat berangkat ke gunung Raung yang saat itu sedang siaga (tapi asapnya nggak ke arah jember, melainkan ke arah banyuwangi).
      Kami datang ke sana mengenakan motor bebek. Sebenarnya jaraknya nggak jauh-jauh banget sih, cuma 90 menitan.
      Track jalannya jauh berbeda dengan yang saya bayangkan. Saya kira jalannya hampir mirip-mirip dengan Ijen, ternyata parah banget. Jalanan di sana, yang kami lewati adalah jalan lahar, jadi banyak bongkahan batu besar dan cocoknya mengendarai dengan motor trail. Saya yang dibonceng, dag dig dug seeeer
      Misi kami ke sana hanyalah berbuka puasa. Semua-muanya sudah disiapkan oleh rekan saya, intinya saya tinggal bantu-bantu di sana.
      Kami datang dan woooooow.... jauh berbeda dengan dugaan saya. Sejujurnya, baru kali ini saya melihat secara nyata, ada perumahan yang dinding rumahnya terbuat dari kayu. Saya kira pun cuma ada di daerah Kalimantan, Papua, dsb. Eh, ternyata di Jember juga ada, banyak kampung pula.
      Kawasan gunung Raung, dipagari oleh hutan yang sangat lebat. Ada sekitar 4 perkampungan yang saya lewati dan itu lelah sekaliiii @-)
      Sampai akhirnya kami tiba dan woooow.... Mashaa Allah.... kami mengucap syukur bisa berada di tempat indah seperti ini... di sebuah kampung terakhir yang jaraknya hanya 6 km dari puncak kawah. Kampung terakhir ini merupakan tempat pemberhentian terakhir, maksudnya mobil, sepeda motor, helikopter, yaa berhentinya di sini. 6 km kemudian kami harus berjalan jika ingin naik ke puncak Raung. Jalannya sempiiiit banget, beda banget dengan Ijen.
      Salah satu tujuan kami adalah menyaksikan fakta bahwa ada sebuah SD yang paraaaah banget (saya nggak bisa menyampaikannya dengan kata-kata) dan berlokasi hanya 45 km dari salah satu universitas negeri di Jember. Miris ya
      Setelah melepas penat, kami pun siap-siap untuk menyiapkan menu berbuka puasa. Ada yang goreng darhu, bikin sambal, nyiapin lampu. Saya sibuk mondar-mandir buat nitip goreng lele ke rumah warga, hehehe. Suasana sorenya sungguuuuuuh luar biasa. Apalagi sambil diliatin adik-adik yang unyu-unyuuuuu
      Menjelang magrib, kami dan adik-adik bersama warga sudah siap menatap jamuan menu buka puasa. Sampai akhirnya terdengar suara adzan magrib. Kami pun makan dengan lahap. Adik-adik sudah selesai makan, dan masih banyak makanan sisa. Dan akhirnya, kami harus menghabiskan sisa makanan adik-adik yang masih banyak... hahaha... nggak kuat peruuuut...
      Kami pun lanjut sholat magrib, isya, kemudian istirahat. Bintang-bintang di atas kampung terakhir gunung Raung sangat banyak, bertaburan seperti ketombe. Rinduuuuuuuu sekaliiii
      Sekitar jam 9 malam, kami nekat turun gunung sambil jalan kaki, kami turun ke perkampungan bawah, gelap-gelapan diterangin lampu senter. Kami datang ke rumah pacarnya Pak Okta (satu-satunya guru di SD Slateng 2). Kami bercanda tawa di sana.
      Sekitar jam 11, kami kembali ke kampung atas, kemudian mengistirahatkan diri. Kami tidur di dalam ruang kelas, beralaskan tikar seadanya. Dingiiiiiiiiiiiiin sekali
      Tidak ada nyamuk di sana, tapi entah kenapa setiap satu jam, saya terbangun terus. Sampai akhirnya, jam 2 saya dan Zilla bangun. Karena merasa nganggur, akhirnya kami memasak, menyiapkan menu sahur. Masak nasi goreng, bikin darhu, lele goreng. Warga memberi kami tumis daging (daging kijang)
      Terdengar adzan subuh, yang dilanjutkan dengan lantunan lagu-lagi opick yang suasananya membuat kami rinduuuuu....
      Wuaaaaaa.... senang sekaliiiii....
      Paginya kami jalan-jalan ke rumah warga. Colak-colek mawar yang tumbuh subur, ngasih hadiah ke adik-adik, serta bersih-bersih ruang kelas yang kami tinggali.
      Sekitar jam 9 pagi, kami berpamitan pulang. Wuaaaa sedihnyaaaa.... Tapi kami senang, kegiatan kami di bulan puasa ini bermanfaat... ingin rasanya kembali ke sana....

      begitulah cerita sayaaaa... semoga menarik yaa...
      buku hi travelers boleh tuuuuuh :-d
      Selamat milad ya mbak ayun, semoga lekas bertemu dengan yang dirahasiakan oleh Allah SWT... aamiin...
      Thank you... Wassalammualaikum wr wb

      Delete
    2. ohya, kisah tersebut saya bikinkan cerpennya
      ada di sini http://diary-ocha.blogspot.co.id/2016/01/buka-puasa-bersama-di-kampung-terakhir.html

      Delete
  7. Mau ikut tapi saingan udh bnyak banget neh di atas hehhehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. you'll never know till you've tried <<< kata quote di buku sidu jalan SD dulu. :D

      Delete
  8. Nama : Arum Wahyuningtyas
    Domisili : Pati, Jawa Tengah
    Twitter : @nin9ty4z

    Perjalanan yg membuatku berkesan yaitu perjalan ke rumah nenek di Trenggalek, Jawa Timur bersama keluarga dengan bis umum.

    Kesan tersebut terletak di :
    1. Kami bisa melihat pemandangan yg indah, hamparan laut yg biru di sebelah kanan jalan (saat pulang), dan kiri jalan (saat pergi, juga hutan hijau nan lebat. Hal itu membuat kami mengagumi indahnya alam buatan Allah SWT

    2. Kami bercanda ria di dalam bis, bercerita banyak hal layaknya di rumah sendiri. Hal itu berfungsi mengusir rasa kantuk dan mabuk darat.

    3. Setelah sampai di sana, kami disambut oleh nenek, kakaek, dan banyak sanak saudara kami yg tinggal di sana. Selain itu, karena tempat tinggal nenek terletak di pegunungan, kami dapat menghirup udara segar, ikut menanam padi di sawah bersama kakek, dan menjelajahi banyak hal. Makanan di sana pun rasanya sangat enak. Ada beberapa yg belum saya coba. Jadi, sekalian wisata kuliner. kami juga melihat pantai yg berpadu dengan air terjun.

    Sebenarnya masih banyak lagi perjalanan yg berkesan, antara lain pikinik bersama teman-teman di sebuah tempat wisata. Namun menurut hati saya yg paling dalam, perjalanan itulah yg memberikan kesan terbaik.

    Cukup sekian dan terima kasih.

    ReplyDelete
  9. Nama : Asep Dandan
    Domisili : Bandung
    Akun Medsos : Asep Dandan

    Beberapa bulan terakhir serasa berbeda, tepatnya setelah mulai masuk semester akhir perkuliahan, saya jadi lebih sering jalan jalan bersama teman -teman.mulai dari pergi ke tempat - tempat yang deket dari bandung seperti alun - alun bandung, taman - taman, curug (air terjun), puncak bintang ataupun hanya sekedar silaturahim ke rumah teman sambil jalan - jalan santai dan ngaliwet (makan - makan) tentunya. sampai ketempat jauh seperti pantai dan kota lain.
    saya akan menceritakan perjalanan saya terakhir pada bulan kemarin, awal tahun.
    destinasi jalan jalan kami adalah kota Yogyakarta. sekalian refreshing setelah praktek dan refreshing sebelum skripsi. rencana awalnya yang mau pergi sekelas (kurang lebih 38 orang),
    naik kereta api. dan itu adalah pertamakalinya saya naik kereta api. berangkat dari Bandung senin malam sampe Yogya selasa subuh, dan pulang dari Yogya jumat malam sampe Bandung sabtu subuh. jadi kurang lebih berada di Yogya selama 4 hari. tapi yang akhirnya jadi berangkat cuma 6 0rang, yang 4 orang termasuk saya pas habis dari Yogya langsung pulang ke Bandung dan yang lainnya langsung pergi ke Ngawi, ke rumahnya. Baru setelah itu pulang ke bandung.

    hari pertama di Yogya seperti biasa, nyari dulu penginapan. setelah dapat penginapan ada yang lanjut istirahat
    dan ada pula yang lanjut jalan - jalan, lihat2 daerah sekitar penginapan. letak penginapan kami di daerah sosrowijayan. siangnya jalan-jalan ke keraton, dan kebetulan pada waktu itu di keraton mau mengadakan acara, jadi di keraton keadaannya lumayan sibuk mulai dari yang latihan sampai yang jalan-jalan sambil mengenal sejarah. malam pertama di jogja kami semua memutuskan untuk jalan jalan ke malioboro.awalnya cuma jalan2 aja, tapi pas pulang ke penginapan tiap orang bawa tas oleh2 di masing masing tangannya.
    masalah mulai terjadi setelah sampai di penginapan.orang-orang mulai sibuk liat dompet masing2. terdiam. dan di akhiri dengan tawa. menertawakan hal yang bodoh plus bikin ngakak. baru hari pertama kok udah beli oleh2? bukannya beli oleh2 biasanya pas mau pulang ya? hahaha
    padahal kami di jogja masih lama dan tempat2 yang direncanakan sebelumnya (Candi Borobudur, Candi Prambanan, Pantai) belum didatangi.
    untungnya tiket buat pulang sudah beli, jadi ga terlalu khawatir.

    hari kedua kami jalan2 ke stasiun tugu, tugu jogja, tamansari, dan alun2 jogja.
    tiap malam pasti keluar, liat calung di jl malioboro.
    tapi ada yang sedikit berubah dihari kedua, yang biasanya makan di lesehan, dan tempat makan di malioboro mulai berlaih ke makananan yang biasa di makan anak kosan di akhir bulan, Mie Instant. dan makan mie instant jadi tradisi kami disisa hari berada di Yogya. setiap mau makan mie instant pasti izin dulu masak ke yang punya penginapan.

    hari ketiga dengan sisa uang yang ada akhirnya kami pergi ke tempat yang di rencankan sebelumnya meski hanya Candi borobudur yang sesuai dengan rencana awal, dan sebagai pengganti candi Candi Prambanan dan Pantai adalah Gunung Merapi mbah maridjan dan Candi plaosan.

    hari keempat di lalui dng sederhana, istirahat, shalat jumat, beres-beres, dan pamitan.
    tak ada hal yang istimewa di hari terakhir kami berada di Yogya, kecuali kata-kata si ibu yang punya penginapan, setelah saling mendo'akan satu sama lain pada prosesi pamitan:
    "nanti kalau ibu masak mie instant, pasti ibu akan ingat kalian". hehehe

    begitulah perjalanan saya yang terkhir di lakukan, yang susah dilupakan, bagi saya, bagi teman-teman saya, dan mungkin bagi pemilik penginapan.

    perjalanan yang terjadi di beberapa bulan terakhir kemarin bukan hanya sekedar tentang jalan - jalan, hura - hura ataupun tentang hal hal baru.
    tapi juga tentang cerita, kebersamaan, kenangan, dan harapan.

    ReplyDelete
  10. Naama : Muhammad Getar
    Domisili : Lombok, NTB
    Twitter : @Muhammad_Getar


    Oktober lalu merupakan perjalanan singkat saya ke Jogja. Semua hal baru saya rasakan. Sejak menginjakkan kaki pertama kali di dalam pesawat sampai pertama kali menginjak tanah Jawa, setelah berdiam diri di tanah Lombok sampai 20 tahun lamanya. Menaiki Trans Jogja yang membingungkan, kenek yang saya tak mengerti bahasanya. Sampai tersesat di Taman Sari mencari Mesjid yang ternyata terletak di samping gerbang utama, menaiki becak dengan seorang perempuan dalam kondisi terjepit. Adalah hal yang tak pernah saya lakukan sebelumnya.
    Menyesuaikan lidah yang terbiasa makan makanan yang pedas dengan makan makanan manis selama di Jogja.
    Mengunjungi Kraton Jogjakarta yang tentunya masih memegang erat budaya, serta ciri khasnya. Begitupun dengan berjalan-jalan ke sekitaran Malioboro yang sebelumnya saya hanya melihat dari televisi saja.
    Yang tak akan pernah saya lupakan. Selama perjalanan yang terjadwal namun saya sisihkan waktu buat travelling sebentar, saya bertemu dengan teman-teman baru, mempelajari bahasanya serta budayanya, tertwa bersama, dan yang tak kalah baiknya, teman-teman itu kini sudah menjadi keluarga.
    Indonesia masih teramat luas untuk ditinggalkan. Jogja terlalu indah untuk tidak didatangi lagi.

    ReplyDelete
  11. Nama : Erdina Yunianti
    Domisili : Cilegon-Banten
    Twitter : @Dinnaaa_27

    Perjalan yang paling berkesan untuk saya yaitu setelah hari raya idul fitri 2015 berlalu. Saya dan keluarga saya memutuskan untuk menikmati libur panjang dengan berwisata ke Bandung. Kotanya yang sejuk dan sangat indah, menjadi alasan kita untuk menuju kota ini, yang paling mengesankan adalah disaat menaiki bukit terus makan-makan bersama dengan keluarga dan jalan-jalan ke obyek wisata. Seperti ke pemandian air panas, di sana mandi-mandi, dan juga bisa belanja pernak-pernik dan makanan khas yang lainnya. Nah yang paling mengesankan lagi ketika saat selesai mandi, perjalanan langsung diteruskan ke kebun strowberry, kita di sana berwisata sambil belajar menanam tanaman buah dan memanen buahnya. Wahhh bener-bener luar biasa dan mengasyikannn :D Liburan ini memang menjadi liburan yang paling berkesan bukan karena tempatnya yang indah, bukan juga karena kuliner yang manis-manis. Tetapi liburan kali ini menjadi berkesan karena waktu kebersamaan dengan keluarga yang jarang didapat dan gak bisa dibeli :) Btw happy birthday mbak Ayu yaaa walaupun telat. telat banget malahan hahaha semoga sukses selalu!! :D

    ReplyDelete
  12. Maaf terlambat. Selamat ulang tahun. Selamat berkarya.

    ReplyDelete
  13. Ayun, kapan saya bisa baca karyamu?

    ReplyDelete

meninggalkan komentar lebih baik daripada meninggalkan pacar. hehehe...